November 2015

Tuesday, 24 November 2015

Fenomena Comte berdasarkan Pengalaman Hidupku


Sebelum mengikuti kuliah filsafat pendidikan matematika pada tanggal 17 November 2015 kemarin, saya seringkali mendengar dan membaca kata fenomena comte, Auguste Comte, tetapi hal tersebut menjadi sesuatu yang sekedar lalu dalam benak saya. saya tidak mencoba untuk mencari tahu atau membaca literatur lain agar lebih memahami tentang fenomena comte dan aguste comte tersebut.

Tetapi kemudian pada perkuliahan kemarin Prof.Dr.Marsigit,MA menjelaskan tentang bendungan komte dan fenomena komte yang terjadi dalam kehidupan ini, saat itu saya kemudian tersadar bahwa banyak fenomena komte yang telah terjadi dalam kehidupan saya dan saya baru menyadari sekarang. Sejak mendengar penjelasan daria beliau, bapak Marsigit, saya kemudian mulai membaca beberapa literatur terkait fenomena komte, diantaranya adalah postingan di blog powermathematics.blogspot.com yang berjudul Peradaban Dunia dan Elegi Bendungan Komte dan Sungai Positive. Setelah membaca postingan-postingan tersebut saya semakin menyadari bahwa banyak fenomena komte dalam hidupku.

Berikut beberapa fenomena komte berdasarkan pengalaman hidupku :
  1. HP. Sudah banyak yang menyebutkan bahwa adanya HP merupakan salah satu fenomena komte. dalam hidup saya HP memang meberikan banyak manfaat seperti mempermudah komunikasi, mempermudah dalam mencari informasi tertentu, dsb. tetapi HP juga memberikan beberapa dampak dalam kehidupan saya contoh saya menjadi lebih sering membaca timeline di media sosial (yang sesungguhnya lebih banyak berisi curhatan daripada informasi penting) daripada membaca buku, setiap bangun tidur saya lebih mendahulukan membaca pemberitahuan di HP terkait media sosial daripada membaca Al-Qur'an (Astaghfirullah ), saya menjadi sering asyik sendiri dengan dunia saya ketika saya sudah memegang HP di tangan, dsb
  2. Televisi. Tentu semua orang tahu manfaat dari televisi (TV) salah satunya menyajikan informasi dari berbagai penjuru negeri dan bahkan dari luar negeri, tetapi saya merasakan dengan adanya TV justru membuat keluarga saya jadi lebih jarang berkumpul untuk sekadar mengobrol bersama. Awalnya ketika di rumah dulu hanya ada 1 TV satu anggota keluarga berkumpul bersama menonton TV, tapi kemudian acara yang ditayangkan di TV semakin beragam sehingga membuat kami sering berbutan untuk menonton acara yang kami sukai, dan akhirnya dibelilah beberapa TV lagi untuk mengatasi hal tersebut, tetapi dampaknya sekarang setiap sore Bapak dan adik laki-laki saya akan menonton acara Bola di TV depan, Ibu menonton acara Sinetron di TV ruang keluarga, dan saya menonton acara Musik di TV kamar. hal tersebut membuat ada satu waktu keluarga yang tersita dengan adanya TV
Demikian dua contoh fenomena komte yang ada dalam kehidupan saya. saya merasa masih ada beberapa fenomena komte lain yang terjadi dalam kehidupanku seperti adanya WiFi, Motor, Laptop, dsb. tetapi saya masih mencoba untuk menganalisis lebih dalam terkait seberapa besar pengaruh hal-hal tersebut dalam kehidupan saya.

Monday, 16 November 2015

Memaknai (Kembali) : Antara Ada dan Mungkin Ada


Refleksi perkuliahan Filsafat Pendidikan Matematika oleh Prof.Dr.Marsigit,MA
Selasa, 10 November 2015 di ruang PPG2



Pada pertemuan-pertemuan sebelumnya bapak Marsigit telah sering menjelaskan tentang yang ada dan mungkin ada, pada pertemuan kali ini beliau menjelaskan lebih detail terkait hal tersebut.

Penjelasan pertama pada pertemuan saat itu adalah “Yang Ada adalah yang tetap, dan yang mungkin ada adalah yang berubah”. Seperti yang telah dijelaskan pada perkuliahan pertama tanggal 15 september 2015, dari awal telah dijelaskan bahwa yang mungkin ada bisa berubah menjadi ada. Misalnya tanggal lahir salah seorang anggota keluarga dari teman kita, saat itu hal tersebut masih menjadi “mungkin ada” dalam pikiran kita, tetapi ketika kita sudah diberi tahu jawabannya maka hal tersebut menjadi ada dalam pikiran kita. Itulah sebabnya “mungkin ada” adalah sesuatu yang berubah sedangkan “ada” adalah sesuatu yang tetap.

Namun pada perkuliahan ini tidak hanya berkutat tentang mungkin ada menjadi ada, melainkan lebih ke pada memaknai kembali “ada dan mungkin ada” serta memaknai lebih dalam tentangnya, termasuk karakteristik dari “ada dan mungkin ada”

Selain ada dan berubah, salah satu yang diberi penekanan adalah terkait bahwa “ada” itu berada di dalam pikiran, sementara “mungkin ada” berada di luar pikiran. Mengingat tentang apa itu “ada” dan yang “mungkin ada” sudah sangat jelas kenapa karakteristik dari keduanya seperti itu.

 Selain itu ada pula penjelasan bahwa sesungguhnya yang “ada” adalah berdasarkan ilmu, sedangkan yang “mungkin ada” adalah berdasarkan pengalaman. 

Masih banyak lagi penjelasan lebih lanjut yang lebih terperinci terkait “ada” dan “mungkin ada” termasuk tokoh-tokoh dibaliknya, sifat-sifatnya, perbedaan-perbedaan,dan lain sebagainya. 
InsyaAllah penjelasan-penjelasan tersebut akan saya posting dalam refleksi berikutnya.