Memaknai (Kembali) : Antara Ada dan Mungkin Ada
Refleksi perkuliahan Filsafat Pendidikan Matematika oleh
Prof.Dr.Marsigit,MA
Selasa, 10 November 2015 di ruang PPG2
Pada pertemuan-pertemuan sebelumnya bapak Marsigit telah sering
menjelaskan tentang yang ada dan mungkin ada, pada pertemuan kali ini beliau
menjelaskan lebih detail terkait hal tersebut.
Penjelasan pertama pada pertemuan saat itu adalah “Yang Ada
adalah yang tetap, dan yang mungkin ada adalah yang berubah”. Seperti yang
telah dijelaskan pada perkuliahan pertama tanggal 15 september 2015, dari awal
telah dijelaskan bahwa yang mungkin ada bisa berubah menjadi ada. Misalnya tanggal
lahir salah seorang anggota keluarga dari teman kita, saat itu hal tersebut
masih menjadi “mungkin ada” dalam pikiran kita, tetapi ketika kita sudah diberi
tahu jawabannya maka hal tersebut menjadi ada dalam pikiran kita. Itulah sebabnya
“mungkin ada” adalah sesuatu yang berubah sedangkan “ada” adalah sesuatu yang
tetap.
Namun pada perkuliahan ini tidak hanya berkutat tentang
mungkin ada menjadi ada, melainkan lebih ke pada memaknai kembali “ada dan mungkin
ada” serta memaknai lebih dalam tentangnya, termasuk karakteristik dari “ada
dan mungkin ada”
Selain ada dan berubah, salah satu yang diberi penekanan
adalah terkait bahwa “ada” itu berada di dalam pikiran, sementara “mungkin ada”
berada di luar pikiran. Mengingat tentang apa itu “ada” dan yang “mungkin ada”
sudah sangat jelas kenapa karakteristik dari keduanya seperti itu.
Selain itu ada pula
penjelasan bahwa sesungguhnya yang “ada” adalah berdasarkan ilmu, sedangkan
yang “mungkin ada” adalah berdasarkan pengalaman.
Masih banyak lagi penjelasan lebih lanjut yang lebih
terperinci terkait “ada” dan “mungkin ada” termasuk tokoh-tokoh dibaliknya,
sifat-sifatnya, perbedaan-perbedaan,dan lain sebagainya.
InsyaAllah penjelasan-penjelasan tersebut akan saya posting
dalam refleksi berikutnya.

0 komentar :
Post a Comment
Don't be silent readers ^_^