Refleksi Kuliah #2 : Tes Jawab Singkat ~ dari yang Mungkin Ada menjadi Ada
Pertemuan kedua perkuliahan filsafat ilmu dilaksanakan pada tanggal 26 September 2017 pukul 07.30 sampai 09.10 di ruang kuliah 5.01.13. Pertemuan kedua di isi dengan tes jawab singkat serta pembahasannya.
Tes jawab singkat tidak bertujuan seperti penilaian pada umumnya, melainkan berfungsi / bertujuan agar mahasiswa memperoleh intuisi berfilsafat serta untuk mengadakan apa yang mungkin ada. Tes kali ini terdiri dari 25 pertanyaan, sebagai berikut :
1. Anda itu apa ? = Hakikat
2. Anda Siapa? = Potensi
3. Anda darimana? = Terpilih
4. Anda mau kemana? = Memilih
5. Anda mengapa? = Bertanya
6. Anda ngapain disitu? = Berpikir
7. Siapa nama Anda? = ikonik / dunia
8. Siapa Ayah Anda? = Jiwa
9. Siapa Ibu Anda? = Jiwa
10. Siapa Pak Marsigit? = Pikiran
11. Apa cita-citamu? = Saksi
12. Siapa di belakangmu? = Epoke
13. Siapa di depanmu? = Fenomena
14. Siapa di atasmu? = Noumena
15. Siapa di bawahmu? = Bayang-bayang
16. Siapa di kirimu? = Potensi kiri
17. Siapa di kananmu? = Potensi kanan
18. Siapa temanmu? = Pikiran
19. Siapa kekasihmu? = Milikmu
20. Apa pekerjaanmu? = Mengada
21. Apa karyamu? = Pengada
22. Apa makananmu? = Bacaan
23. Apa bacaanmu? = Yang ada dan Mungkin ada
24. Apa mimpimu? = Keberadaan
25. Kamu dimana? = Perbatasan
Ketika menjawab pertanyaan tes jawab singkat diatas, mahasiswa kebingungan dan hasilnya masih sangat jauh dari yang diharapkan. Dari 20 mahasiswa, 18 diantaranya memperoleh nilai 0. Hal tersebut menunjukkan bahwa masih sangat banyak hal yang tidak diketahui oleh kami para Mahasiswa. Jarak antara kami dan Prof. Dr. Marsigit MA adalah 100.
Dari tes jawab singkat ini, dapat kita sadari bahwa tes ini adalah salah satu media untuk melakukan hermeunitika hidup, menerjemahkan dan diterjemahkan. Mahasiswa menerjemahkan filsafat dengan cara membaca, membaca, dan membaca postingan blog Prof. Dr. Marsigit MA, dan mahasiswa diterjemahkan melalui pertanyaan dengan tujuan untuk mengetahui isi pikirannya.
Pembahasan dari soal-soal tes jawab singkat ini membuat mahasiswa menjadi terbuka pemikirannya terhadap filsafat. Bahwa filsafat itu adalah dirimu sendiri. Jawaban benar dan salah dalam filsafat itu bergantung dengan ruang dan waktu.
Pembahasan yang paling menarik perhatian saya adalah pembahasan soal dari nomor 20,21,dan 23, tentang mengada, pengada, dan yang mungkin ada. Hakikat metode pembelajaran Filsafat adalah mengubah dari yang mungkin ada menjadi ada. Unsur ada pada objek filsafat telah jelas bahwa segala sesuatu yang kita ketahui, yang kita telah lihat atau amati, serta yang kita pikirkan yang kemudian dapat kita jelaskan dan refleksikan secara jelas. Sedangkan unsur yang kedua dari objek filsafat yaitu yang mungkin ada, maksud dari unsur objek filsafat yang kedua ini adalah segala sesuatu yang belum terjadi, masih bersifat abstrak, belum kita ketahui dan belum pasti. Namun yang belum tentu ada tersebut bisa menjadi berubah menjadi ada jika informasi yang dapat membuatnya ada telah di input dalam pikiran kita, proses mengubah dari yang mungkin ada menjadi ada inilah yang disebut dengan mengada. Tes jawab singkat ini adalah salah satu cara Prof. Dr. Marsigit MA memfasilitasi mahasiswanya untuk mengada, seperti yang telah saya sebutkan diawal refleksi ini bahwa tujuan tes jawab singkat adalah mengubah dari yang mungkin ada menjadi ada.