2015

Monday, 14 December 2015

Elegi Pemberontakan Tes Jawab SIngkat




Elegi Pemberontakan Tes Jawab Singkat
Oleh : Prof, Dr, Marsigit, M.A
Transkrip Oleh: iLania Eka Andari / 12313244001


Cantraka
“Wahai Begawat, perkenankanlah kalau boleh aku ingin mengungkapkan sesuatu padamu.”
Begawat
“ Boleh, silahkan saja.”
Cantraka
“ Sungguh, engkau tidak mengerti penderitaanku. Lengkaplah sudah penderitaanku ketika minggu yang lalu engkau telah bersikap yang menurut saya semena-mena, tidak adil, bahkan kejam kepada diriku.”
Begawat
“ Mengapa engkau bisa berkata demikian?”
Cantraka
“ Bukankah kau masih ingat ketika kau sudah tidak membutuhkanku lagi? Maka engkau anggap aku sebagai sampah yang tidak berguna. Engkau campakkan, engkau tendang, seakan-akan aku tidak memiliki harga diri sama sekali”
Begawat
“ Oh iya, memang kejadian saat itu saya seperti itu keadaannya karena engkau telah berubah menjadi mitos. Itu berbahaya, maka sebenar-benarnya orang yang mencari ilmu musuhnya adalah mitos “
Cantraka
 “ apakah yang engkau maksud sebagai mitos?”
Begawat
“ Mitos itu adalah segala sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan tanpa mampu memikirkannya kembali. Ketahuilah pada tes jawab singkat, saya bersikap seperti itu bukan semata-mata karena diriku tapi juga dirimu, diri para Cantraka semua. Karena para cantraka cenderung untuk memitoskan diri.”
Cantraka
“ Namun, apakah engkau menyadari tentang kelebihan-kelebihan tentang potensi-potensiku? Sebelum engkau bersikap seperti itu?”
Begawat
“ Ya, saya tau bahwa tes jawab singkat itu punya banyak manfaat dan punya banyak sekali kegunaan.”
Cantraka
“ Lalu apa gunanya tes jawab singkat itu?”
Begawat
“ Manfaatnya antara lain adalah untuk mengadakan dari yang mungkin ada. Selain itu, saya juga ingin mengetahui seberapa jauh pengetahuan dan penguasaan para cantraka. Baiklah kalau begitu, lalu apa maunya anda?”
Cantraka
“Saya minta agar begawat itu bersikap adil dan inikan bertentangan dengan sikap Begawat sendiri selama ini yang ingin bersikap adil, bijaksana dan seimbang. Tapi kenyataannya seolah terjadi anarkis.”
Begawat
“ Oh, saya kira tidak. Jika anda merasa demikian, maka silahkan saja anda bertanya kepada orang lain.”
Cantraka
“ Baiklah, saya ingin bertanya kepada Orang Tua Berambut Putih. Wahai Orang Tua Berambut Putih, saya merasa didzholimi oleh Begawat. Oleh karena itu saya ingin minta pendapat kepadamu apa yang seharusnya Begawat dan saya lakukan?”
Orang Tua Berambut Putih
“ Wahai, Begawat saya telah melihat bahwa engkau telah melakukan sesuatu yang kurang bijaksana diakhir-akhir ini. Karena telah berbuat dzhalim dan berbuat parsial dan juga berbuat sebagian, tidak mencerminkan keseluruhan. Akibatnya, hal ini akan menjadikan dunia mengalami disharmoni. Untuk itulah jagalah keseimbangan antara tesis dan anti tesis, antara dua kutub yang ada di dunia ini. Juga antara normatif dan formalnya. Tes jawab singkat itu adalah formalnya, sedangkan sebenar-benarnya penjelasanmu itu adalah normatifnya.”
Begawat
“ Kemudian bagaimana sebaiknya, wahai Orang Tua Berambut Putih?”
Orang Tua Berambut Putih
“Saran saya, Wahai Begawat, berilah kesempatan kalau memang masih diperlukan. Berilah kesempatan kepada Tes Jawab Singkat kalau dia ingin menunjukkan potensinya kembali. Tanyakan saja apa yang dia inginkan.”
Begawat
“ Wahai Tes Jawab Singkat, apakah yang sebenarnya kau inginkan dari saya? Saya melihat para Cantraka itu masih memerlukan diriku.”
Tes Jawab Singkat
“ Wahai, Begawat singkatnya seperti apa? “
Begawat
“ Ya, Tes Jawab Singkat, setelah saya teliti masih banyak hal dari pengetahuan-pengetahuan filsafat, unsur-unsurnya yang perlu diadakan untuk diadakan jadi pengada. Lalu saya mohon izin agar minggu depan diadakan tes jawab singkat kembali.”
Tes Jawab Singkat
“Oh, begitu, Wahai Orang Tua Berambut Putih, ternyata permintaannya sederhana.”
Begawat
“Ya, sederhana memang, tapi itulah hidupku”
Tes Jawab Singkat
“ Baiklah akan aku kabulkan.”
Orang Tua Berambut Putih
“ Wahai, para cantraka inilah permintaan Begawat, minggu depan akan diadakan tes jawab singkat lagi.”


Tuesday, 24 November 2015

Fenomena Comte berdasarkan Pengalaman Hidupku


Sebelum mengikuti kuliah filsafat pendidikan matematika pada tanggal 17 November 2015 kemarin, saya seringkali mendengar dan membaca kata fenomena comte, Auguste Comte, tetapi hal tersebut menjadi sesuatu yang sekedar lalu dalam benak saya. saya tidak mencoba untuk mencari tahu atau membaca literatur lain agar lebih memahami tentang fenomena comte dan aguste comte tersebut.

Tetapi kemudian pada perkuliahan kemarin Prof.Dr.Marsigit,MA menjelaskan tentang bendungan komte dan fenomena komte yang terjadi dalam kehidupan ini, saat itu saya kemudian tersadar bahwa banyak fenomena komte yang telah terjadi dalam kehidupan saya dan saya baru menyadari sekarang. Sejak mendengar penjelasan daria beliau, bapak Marsigit, saya kemudian mulai membaca beberapa literatur terkait fenomena komte, diantaranya adalah postingan di blog powermathematics.blogspot.com yang berjudul Peradaban Dunia dan Elegi Bendungan Komte dan Sungai Positive. Setelah membaca postingan-postingan tersebut saya semakin menyadari bahwa banyak fenomena komte dalam hidupku.

Berikut beberapa fenomena komte berdasarkan pengalaman hidupku :
  1. HP. Sudah banyak yang menyebutkan bahwa adanya HP merupakan salah satu fenomena komte. dalam hidup saya HP memang meberikan banyak manfaat seperti mempermudah komunikasi, mempermudah dalam mencari informasi tertentu, dsb. tetapi HP juga memberikan beberapa dampak dalam kehidupan saya contoh saya menjadi lebih sering membaca timeline di media sosial (yang sesungguhnya lebih banyak berisi curhatan daripada informasi penting) daripada membaca buku, setiap bangun tidur saya lebih mendahulukan membaca pemberitahuan di HP terkait media sosial daripada membaca Al-Qur'an (Astaghfirullah ), saya menjadi sering asyik sendiri dengan dunia saya ketika saya sudah memegang HP di tangan, dsb
  2. Televisi. Tentu semua orang tahu manfaat dari televisi (TV) salah satunya menyajikan informasi dari berbagai penjuru negeri dan bahkan dari luar negeri, tetapi saya merasakan dengan adanya TV justru membuat keluarga saya jadi lebih jarang berkumpul untuk sekadar mengobrol bersama. Awalnya ketika di rumah dulu hanya ada 1 TV satu anggota keluarga berkumpul bersama menonton TV, tapi kemudian acara yang ditayangkan di TV semakin beragam sehingga membuat kami sering berbutan untuk menonton acara yang kami sukai, dan akhirnya dibelilah beberapa TV lagi untuk mengatasi hal tersebut, tetapi dampaknya sekarang setiap sore Bapak dan adik laki-laki saya akan menonton acara Bola di TV depan, Ibu menonton acara Sinetron di TV ruang keluarga, dan saya menonton acara Musik di TV kamar. hal tersebut membuat ada satu waktu keluarga yang tersita dengan adanya TV
Demikian dua contoh fenomena komte yang ada dalam kehidupan saya. saya merasa masih ada beberapa fenomena komte lain yang terjadi dalam kehidupanku seperti adanya WiFi, Motor, Laptop, dsb. tetapi saya masih mencoba untuk menganalisis lebih dalam terkait seberapa besar pengaruh hal-hal tersebut dalam kehidupan saya.

Monday, 16 November 2015

Memaknai (Kembali) : Antara Ada dan Mungkin Ada


Refleksi perkuliahan Filsafat Pendidikan Matematika oleh Prof.Dr.Marsigit,MA
Selasa, 10 November 2015 di ruang PPG2



Pada pertemuan-pertemuan sebelumnya bapak Marsigit telah sering menjelaskan tentang yang ada dan mungkin ada, pada pertemuan kali ini beliau menjelaskan lebih detail terkait hal tersebut.

Penjelasan pertama pada pertemuan saat itu adalah “Yang Ada adalah yang tetap, dan yang mungkin ada adalah yang berubah”. Seperti yang telah dijelaskan pada perkuliahan pertama tanggal 15 september 2015, dari awal telah dijelaskan bahwa yang mungkin ada bisa berubah menjadi ada. Misalnya tanggal lahir salah seorang anggota keluarga dari teman kita, saat itu hal tersebut masih menjadi “mungkin ada” dalam pikiran kita, tetapi ketika kita sudah diberi tahu jawabannya maka hal tersebut menjadi ada dalam pikiran kita. Itulah sebabnya “mungkin ada” adalah sesuatu yang berubah sedangkan “ada” adalah sesuatu yang tetap.

Namun pada perkuliahan ini tidak hanya berkutat tentang mungkin ada menjadi ada, melainkan lebih ke pada memaknai kembali “ada dan mungkin ada” serta memaknai lebih dalam tentangnya, termasuk karakteristik dari “ada dan mungkin ada”

Selain ada dan berubah, salah satu yang diberi penekanan adalah terkait bahwa “ada” itu berada di dalam pikiran, sementara “mungkin ada” berada di luar pikiran. Mengingat tentang apa itu “ada” dan yang “mungkin ada” sudah sangat jelas kenapa karakteristik dari keduanya seperti itu.

 Selain itu ada pula penjelasan bahwa sesungguhnya yang “ada” adalah berdasarkan ilmu, sedangkan yang “mungkin ada” adalah berdasarkan pengalaman. 

Masih banyak lagi penjelasan lebih lanjut yang lebih terperinci terkait “ada” dan “mungkin ada” termasuk tokoh-tokoh dibaliknya, sifat-sifatnya, perbedaan-perbedaan,dan lain sebagainya. 
InsyaAllah penjelasan-penjelasan tersebut akan saya posting dalam refleksi berikutnya.

 

Tuesday, 22 September 2015

Refleksi Perkuliahan Philosophy of Mathematics Education oleh Prof.Dr.Marsigit,M.A




Apa itu Filsafat : Antara Ada dan Mungkin Ada
Oleh iLania Eka Andari

Refleksi Perkuliahan Philosophy of Mathematics Education oleh Prof.Dr.Marsigit,M.A
15 Septemeber 2015 @Ruang PPG 2

            Inti dari pertemuan pertama perkuliahan philosophy of matheatics education Bapak Marsigit menjelaskan tentang yang ada dan yang mungkin ada. Hakikat metode pembelajaran Filsafat adalah mengubah dari yang mungkin ada menjadi ada. Unsur ada pada objek filsafat telah jelas bahwa segala sesuatu yang kita ketahui, yang kita telah lihat atau amati, serta yang kita pikirkan yang kemudian dapat kita jelaskan dan refleksikan secara jelas. Sedangkan unsur yang kedua dari objek filsafat yaitu yang mungkin ada, maksud dari unsur objek filsafat yang kedua ini adalah segala sesuatu yang belum terjadi, masih bersifat abstrak, belum kita ketahui dan belum pasti. Namun yang belum tentu ada tersebut bisa menjadi berubah menjadi ada jika informasi yang dapat membuatnya ada telah di input dalam pikiran kita. 

Apakah kejadian di waktu lampau bisakah termasuk mungkin ada ? jawabannya adalah bisa tapi tergantung “bagi siapa” dan “untuk siapa”.

1.      Ada untuk saya belum tentu ada bagimu
2.      Ada untuk mu belum tentu ada untuk saya
3.      Ada untuk saya bisa jadi ada untukmu
4.      Ada untukmu bisa jadi ada untuk saya.

Contoh kejadian di waktu lampau yang mungkin ada. Siapakah diantara mahasiswa yang mengikuti kuliah filsafat yang mengetahui tanggal lahir cucu dari pak Marsigit. Padahal kejadian itu adalah kejadian masa lalu yang ada di  dalam diriku dan tidak ada di dalam dirimu tetapi kejadian itu bisa saja berpotensi “yang mungkin ada”. Dalam konteks pembelajaran perkuliahan ini adalah yang “mungkin ada” menjadi “ada” jika pak Marsigit memberitahu tanggal lahir cucunya. Contoh seperti itu berarti ada pada diri Pak Marsigit tp belum ada bagi diri saya. Pada perkuliahan tanggal 15 September kemarin, tanggal lahir cucu beliau masih “mungkin ada” bagi saya, tetapi saat saya membuat refleksi ini informasi tersebut sudah “ada” bagi saya, karena Bapak Marsigit telah memberitahu tanggal lahir cucu beliau.

Dengan itu saya sudah memasukan konsep "tanggal lahir cucu beliau" secara langsung dan tidak menggunakan media atau apapun. Jika setiap ilmu yang masuk ke dalam otak kita harus menggunakan media maka kita akan kerepotan. Jika di bandingkan dengan komputer atau handphone atau tekhnologi yang lainnya maka manusia lebih unggul karena dalam mengisi ilmu pengetahuannya dengan menggunakan cara yang lembut tidak menggunakan energi apapun.

Kemudian, Pak Marsigit menyampaikan metode yang akan digunakan dalam perkuliahan. Perkuliahan akan diisi dengan tatap muka, refleksi online (powermathematics.blogspot.co.id), membaca referensi yang ada di blog Pak Marsigit, (powermathematics.blogspot.co.id), membuat komentar pada artikel yang dibaca, dan tes jawab singkat. Tes jawab singkat tidak bertujuan untuk penilaian seperti tes pada umumnya, namun berfungsi untuk mengadakan apa yang mungkin ada.

Tuesday, 14 April 2015

Hasil Pengamatan Aspek Pembelajaran : VIDEO TIM-TEACHING PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI JEPANG #Part 1


Hasil Pengamatan Aspek Pembelajaran :
VIDEO TIM-TEACHING PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI JEPANG
#Part 1


Petunjuk :
Pada video PBM yang ditampilkan, identifikasikan dan uraikanlah (sesuai dengan kemampuan & pengalaman anda) aspek-aspek / unsur-unsur yang terkandung / termuat. Menguraikan / menjelaskan fenomena yang menarik.

Identifikasi termasuk :
- Kelas
- Materi
- Kompetensi 
- Indikator
- Metode
- Sintax

Dapat dilihat bahwa dalam video tersebut, siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Siswa antusisas dan tertarik dengan materi yang disampaikan karena guru menggunakan apersepsi yang dapat menarik perhatian siswa. pada saat pengerjaan lembar kerja (worksheet), guru mengamati setiap siswa secara seksama dan memberi petunjuk kepada siswa yang menemukan kesulitan. Antara Guru 1 dan Guru 2 dalam team teaching melakukan koordinasi yang cukup baik terkait dengan hasil pengamatan terhadap aktivitas mengerjakan worksheet oleh siswa.

Jika dilihat dari aktivitas yang dilakukan oleh siswa, model pembelajaran yng digunakan dalam video tersebut cenderung mengarah ke model pembelajaran Guided-Discovery, dimana siswa menemukan sendiri konsep dari materi yang diajarkan tetapi guru masih memberikan bimbingan dan petunjuk selama proses penemuan tersebut.

*Identifikasi lebih lanjut akan disampaikan di postingan selanjutnya