Refleksi Perkuliahan Philosophy of Mathematics Education oleh Prof.Dr.Marsigit,M.A

Tuesday, 22 September 2015

Refleksi Perkuliahan Philosophy of Mathematics Education oleh Prof.Dr.Marsigit,M.A




Apa itu Filsafat : Antara Ada dan Mungkin Ada
Oleh iLania Eka Andari

Refleksi Perkuliahan Philosophy of Mathematics Education oleh Prof.Dr.Marsigit,M.A
15 Septemeber 2015 @Ruang PPG 2

            Inti dari pertemuan pertama perkuliahan philosophy of matheatics education Bapak Marsigit menjelaskan tentang yang ada dan yang mungkin ada. Hakikat metode pembelajaran Filsafat adalah mengubah dari yang mungkin ada menjadi ada. Unsur ada pada objek filsafat telah jelas bahwa segala sesuatu yang kita ketahui, yang kita telah lihat atau amati, serta yang kita pikirkan yang kemudian dapat kita jelaskan dan refleksikan secara jelas. Sedangkan unsur yang kedua dari objek filsafat yaitu yang mungkin ada, maksud dari unsur objek filsafat yang kedua ini adalah segala sesuatu yang belum terjadi, masih bersifat abstrak, belum kita ketahui dan belum pasti. Namun yang belum tentu ada tersebut bisa menjadi berubah menjadi ada jika informasi yang dapat membuatnya ada telah di input dalam pikiran kita. 

Apakah kejadian di waktu lampau bisakah termasuk mungkin ada ? jawabannya adalah bisa tapi tergantung “bagi siapa” dan “untuk siapa”.

1.      Ada untuk saya belum tentu ada bagimu
2.      Ada untuk mu belum tentu ada untuk saya
3.      Ada untuk saya bisa jadi ada untukmu
4.      Ada untukmu bisa jadi ada untuk saya.

Contoh kejadian di waktu lampau yang mungkin ada. Siapakah diantara mahasiswa yang mengikuti kuliah filsafat yang mengetahui tanggal lahir cucu dari pak Marsigit. Padahal kejadian itu adalah kejadian masa lalu yang ada di  dalam diriku dan tidak ada di dalam dirimu tetapi kejadian itu bisa saja berpotensi “yang mungkin ada”. Dalam konteks pembelajaran perkuliahan ini adalah yang “mungkin ada” menjadi “ada” jika pak Marsigit memberitahu tanggal lahir cucunya. Contoh seperti itu berarti ada pada diri Pak Marsigit tp belum ada bagi diri saya. Pada perkuliahan tanggal 15 September kemarin, tanggal lahir cucu beliau masih “mungkin ada” bagi saya, tetapi saat saya membuat refleksi ini informasi tersebut sudah “ada” bagi saya, karena Bapak Marsigit telah memberitahu tanggal lahir cucu beliau.

Dengan itu saya sudah memasukan konsep "tanggal lahir cucu beliau" secara langsung dan tidak menggunakan media atau apapun. Jika setiap ilmu yang masuk ke dalam otak kita harus menggunakan media maka kita akan kerepotan. Jika di bandingkan dengan komputer atau handphone atau tekhnologi yang lainnya maka manusia lebih unggul karena dalam mengisi ilmu pengetahuannya dengan menggunakan cara yang lembut tidak menggunakan energi apapun.

Kemudian, Pak Marsigit menyampaikan metode yang akan digunakan dalam perkuliahan. Perkuliahan akan diisi dengan tatap muka, refleksi online (powermathematics.blogspot.co.id), membaca referensi yang ada di blog Pak Marsigit, (powermathematics.blogspot.co.id), membuat komentar pada artikel yang dibaca, dan tes jawab singkat. Tes jawab singkat tidak bertujuan untuk penilaian seperti tes pada umumnya, namun berfungsi untuk mengadakan apa yang mungkin ada.

2 comments :

Don't be silent readers ^_^