Refleksi Perkuliahan Philosophy of Mathematics Education oleh Prof.Dr.Marsigit,M.A
Apa itu Filsafat
: Antara Ada dan Mungkin Ada
Oleh iLania Eka Andari
Refleksi Perkuliahan Philosophy
of Mathematics Education oleh
Prof.Dr.Marsigit,M.A
15 Septemeber 2015
@Ruang PPG 2
Inti dari pertemuan pertama perkuliahan philosophy of matheatics education Bapak
Marsigit menjelaskan tentang yang ada
dan yang mungkin ada. Hakikat metode
pembelajaran Filsafat adalah mengubah dari yang mungkin ada menjadi ada. Unsur ada pada objek filsafat telah jelas bahwa
segala sesuatu yang kita ketahui, yang kita telah lihat atau amati, serta yang
kita pikirkan yang kemudian dapat kita jelaskan dan refleksikan secara jelas.
Sedangkan unsur yang kedua dari objek filsafat yaitu yang mungkin ada, maksud dari unsur objek filsafat yang kedua ini
adalah segala sesuatu yang belum terjadi, masih bersifat abstrak, belum kita
ketahui dan belum pasti. Namun yang belum tentu ada tersebut bisa menjadi
berubah menjadi ada jika informasi yang dapat membuatnya ada telah di input
dalam pikiran kita.
Apakah kejadian di waktu lampau
bisakah termasuk mungkin ada ? jawabannya adalah bisa tapi tergantung “bagi
siapa” dan “untuk siapa”.
1. Ada untuk saya belum tentu ada
bagimu
2.
Ada untuk mu belum tentu ada untuk
saya
3.
Ada untuk saya bisa jadi ada untukmu
4.
Ada untukmu bisa jadi ada untuk
saya.
Contoh
kejadian di waktu lampau yang mungkin ada. Siapakah diantara mahasiswa yang
mengikuti kuliah filsafat yang mengetahui tanggal lahir cucu dari pak Marsigit.
Padahal kejadian itu adalah kejadian masa lalu yang ada di dalam diriku dan tidak ada di dalam dirimu
tetapi kejadian itu bisa saja berpotensi “yang mungkin ada”. Dalam konteks
pembelajaran perkuliahan ini adalah yang “mungkin ada” menjadi “ada” jika pak
Marsigit memberitahu tanggal lahir cucunya. Contoh seperti itu berarti ada pada
diri Pak Marsigit tp belum ada bagi diri saya. Pada perkuliahan tanggal 15
September kemarin, tanggal lahir cucu beliau masih “mungkin ada” bagi saya,
tetapi saat saya membuat refleksi ini informasi tersebut sudah “ada” bagi saya,
karena Bapak Marsigit telah memberitahu tanggal lahir cucu beliau.
Dengan
itu saya sudah memasukan konsep "tanggal lahir cucu beliau" secara langsung dan tidak
menggunakan media atau apapun. Jika setiap ilmu yang masuk ke dalam otak kita
harus menggunakan media maka kita akan kerepotan. Jika di bandingkan dengan
komputer atau handphone atau tekhnologi yang lainnya maka manusia lebih unggul
karena dalam mengisi ilmu pengetahuannya dengan menggunakan cara yang lembut
tidak menggunakan energi apapun.
Kemudian,
Pak Marsigit menyampaikan metode yang akan digunakan dalam perkuliahan.
Perkuliahan akan diisi dengan tatap muka, refleksi online
(powermathematics.blogspot.co.id), membaca referensi yang ada di blog Pak
Marsigit, (powermathematics.blogspot.co.id), membuat komentar pada artikel yang
dibaca, dan tes jawab singkat. Tes jawab singkat tidak bertujuan untuk
penilaian seperti tes pada umumnya, namun berfungsi untuk mengadakan apa yang
mungkin ada.
Refleksi berikutnya ?
ReplyDeleteRefleksi berikutnya ?
ReplyDelete