Elegi Pemberontakan Tes Jawab SIngkat
Elegi
Pemberontakan Tes Jawab Singkat
Oleh : Prof,
Dr, Marsigit, M.A
Transkrip
Oleh: iLania Eka Andari / 12313244001
Cantraka
“Wahai Begawat, perkenankanlah
kalau boleh aku ingin mengungkapkan sesuatu padamu.”
Begawat
“ Boleh, silahkan saja.”
Cantraka
“ Sungguh, engkau tidak mengerti
penderitaanku. Lengkaplah sudah penderitaanku ketika minggu yang lalu engkau
telah bersikap yang menurut saya semena-mena, tidak adil, bahkan kejam kepada
diriku.”
Begawat
“ Mengapa engkau bisa berkata
demikian?”
Cantraka
“ Bukankah kau masih ingat ketika
kau sudah tidak membutuhkanku lagi? Maka engkau anggap aku sebagai sampah yang
tidak berguna. Engkau campakkan, engkau tendang, seakan-akan aku tidak memiliki
harga diri sama sekali”
Begawat
“ Oh iya, memang kejadian saat
itu saya seperti itu keadaannya karena engkau telah berubah menjadi mitos. Itu
berbahaya, maka sebenar-benarnya orang yang mencari ilmu musuhnya adalah mitos “
Cantraka
“ apakah yang engkau maksud sebagai mitos?”
Begawat
“ Mitos itu adalah segala sesuatu
yang sudah menjadi kebiasaan tanpa mampu memikirkannya kembali. Ketahuilah pada
tes jawab singkat, saya bersikap seperti itu bukan semata-mata karena diriku
tapi juga dirimu, diri para Cantraka semua. Karena para cantraka cenderung
untuk memitoskan diri.”
Cantraka
“ Namun, apakah engkau menyadari
tentang kelebihan-kelebihan tentang potensi-potensiku? Sebelum engkau bersikap
seperti itu?”
Begawat
“ Ya, saya tau bahwa tes jawab
singkat itu punya banyak manfaat dan punya banyak sekali kegunaan.”
Cantraka
“ Lalu apa gunanya tes jawab
singkat itu?”
Begawat
“ Manfaatnya antara lain adalah
untuk mengadakan dari yang mungkin ada. Selain itu, saya juga ingin mengetahui
seberapa jauh pengetahuan dan penguasaan para cantraka. Baiklah kalau begitu,
lalu apa maunya anda?”
Cantraka
“Saya minta agar begawat itu
bersikap adil dan inikan bertentangan dengan sikap Begawat sendiri selama ini
yang ingin bersikap adil, bijaksana dan seimbang. Tapi kenyataannya seolah
terjadi anarkis.”
Begawat
“ Oh, saya kira tidak. Jika anda
merasa demikian, maka silahkan saja anda bertanya kepada orang lain.”
Cantraka
“ Baiklah, saya ingin bertanya
kepada Orang Tua Berambut Putih. Wahai Orang Tua Berambut Putih, saya merasa
didzholimi oleh Begawat. Oleh karena itu saya ingin minta pendapat kepadamu apa
yang seharusnya Begawat dan saya lakukan?”
Orang Tua Berambut Putih
“ Wahai, Begawat saya telah
melihat bahwa engkau telah melakukan sesuatu yang kurang bijaksana
diakhir-akhir ini. Karena telah berbuat dzhalim dan berbuat parsial dan juga
berbuat sebagian, tidak mencerminkan keseluruhan. Akibatnya, hal ini akan
menjadikan dunia mengalami disharmoni. Untuk itulah jagalah keseimbangan antara
tesis dan anti tesis, antara dua kutub yang ada di dunia ini. Juga antara
normatif dan formalnya. Tes jawab singkat itu adalah formalnya, sedangkan
sebenar-benarnya penjelasanmu itu adalah normatifnya.”
Begawat
“ Kemudian bagaimana sebaiknya,
wahai Orang Tua Berambut Putih?”
Orang Tua Berambut Putih
“Saran saya, Wahai Begawat,
berilah kesempatan kalau memang masih diperlukan. Berilah kesempatan kepada Tes
Jawab Singkat kalau dia ingin menunjukkan potensinya kembali. Tanyakan saja apa
yang dia inginkan.”
Begawat
“ Wahai Tes Jawab Singkat, apakah
yang sebenarnya kau inginkan dari saya? Saya melihat para Cantraka itu masih
memerlukan diriku.”
Tes Jawab Singkat
“ Wahai, Begawat singkatnya
seperti apa? “
Begawat
“ Ya, Tes Jawab Singkat, setelah
saya teliti masih banyak hal dari pengetahuan-pengetahuan filsafat,
unsur-unsurnya yang perlu diadakan untuk diadakan jadi pengada. Lalu saya mohon
izin agar minggu depan diadakan tes jawab singkat kembali.”
Tes Jawab Singkat
“Oh, begitu, Wahai Orang Tua
Berambut Putih, ternyata permintaannya sederhana.”
Begawat
“Ya, sederhana memang, tapi
itulah hidupku”
Tes Jawab Singkat
“ Baiklah akan aku kabulkan.”
Orang Tua Berambut Putih
“ Wahai, para cantraka inilah
permintaan Begawat, minggu depan akan diadakan tes jawab singkat lagi.”
0 komentar :
Post a Comment
Don't be silent readers ^_^