Karena siswa adalah Subjek Belajar ^_^

Monday, 22 September 2014

Karena siswa adalah Subjek Belajar ^_^




Sebuah Refleksi
Perkuliahan kamis, 18 september 2014, di ruang kuliah D07.310, 
Mata kuliah "Strategi Pembelajaran Matematika" oleh Dr. Marsigit MA dan Nila Mareta Murdiyani, S.Pd, M.Sc


Selama pendidikan masih ada, maka selama itu pula masalah-masalah tentang pendidikan akan selalu muncul dan orang pun tak akan henti-hentinya untuk terus membicarakan dan memperdebatkan tentang hal tersebut. Sebagian besar pembicaraan tentang pendidikan terutama tertuju pada “Bagaimana upaya untuk menemukan cara yang terbaik guna mencapai pendidikan yang bermutu?” Dan “Bagaimana cara mengatasi praktik pembelajaran yang selama ini dipandang kurang efektif?”
Jawabannya adalah dengan lesson study. Lesson Study bukanlah suatu strategi atau metode dalam pembelajaran, melainkan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran.

Proses Pembelajaran akan terjadi manakala terdapat interaksi atau hubungan timbal balik antara siswa dengan lingkungannya guna transfer of knowledge dan  juga transfer of value. Dalam proses pembelajaran yang selama ini terjadi di dunia pendidikan indonesia adalah proses pembelajaran dengan menganut metode konvensional yaitu ceramah. Dimana metode tersebut menjadikan siswa sebagai penerima informasi secara pasif sedangkan guru adalah penentu jalannya proses pembelajaran. Hal tersebut dapat menyebabkan siswa berasumsi bahwa segala informasi dan pengetahuan yang berasal dari guru bersifat absolut dan mutlak. Metode konvensional seperti ini cenderung lebih menekankan point teacher-centered, dimana yang diperhatikan adalah bagaimana cara guru mengajar.

Lalu pernahkah kita berfikir bahwa dengan menggunakan metode yang seperti itu proses pembelajaran berjalan membosankan dan peserta didik menjadi pasif, karena tidak berkesempatan untuk menemukan sendiri konsep yang diajarkan. Selain itu yang paling penting adalah pengetahuan yang diperoleh melalui model ini lebih cepat terlupakan dan juga dengan menggunakan metode ceramah menyebabkan peserta didik menjadi belajar menghafal yang tidak mengakibatkan timbulnya pengertian.

Seharusnya metode yang kita gunakan adalah metode yang lebih menekankan kepada point student-centered, dimana yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana siswa belajar. Dengan menitikberatkan point student-centered, siswa dapat menjadi lebih aktif dan mandiri. Selain itu, dalam suatu kelas yang heterogen student centered sangatlah berperan penting karena Student-Centered Learning memiliki potensi untuk mendorong siswa belajar lebih aktif, mandiri, sesuai dengan irama belajarnya masing-masing.

Pertanyaan berikutnya adalah, metode belajar seperti apa yang menitikberatkan student-centered? Ada beberapa metode yang sesuai, diantaranya ialah model pembelajaran Inkuiri (Inquiry Based Learning), model pembelajaran Discovery (Discovery Learning), model pembelajaran berbasis projek (Project Based Learning), model Cooperative Learning, dan model pembelajaran berbasis permasalahan (Problem Based Learning). Semua model pembelajaran tersebut dapat diterapkan di dalam kelas sesuai dengan kebutuhan siswa (yang heterogen seperti yang telah disebutkan diatas).

Untuk seluruh guru di Indonesia khususnya, harapannya semua guru dapat berhijrah dan mengubah paradigmanya dari metode pembelajaran konvensional atau tradisional menjadi metode pembelajaran yang inovatif. Mengubah dari yang siswa pasif menjadi siswa aktif, dari siswa mendengarkan menjadi siswa berbicara, dari contoh oleh guru menjadi contoh oleh siswa, dari penjelasan oleh guru menjadi penjelasan oleh siswa, dari kesimpulan oleh guru menjadi kesimpulan oleh siswa, dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu.

Karena siswa adalah Subjek Belajar ^_^



           

0 komentar :

Post a Comment

Don't be silent readers ^_^