Refleksi Kuliah #8 : Mitos dan Logos

Tuesday, 2 January 2018

Refleksi Kuliah #8 : Mitos dan Logos


Jangan Sombong! Agar Mitos Berubah Menjadi Logos
Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu PPS Pendidikan Matematika UNY
Kuliah Pertemuan Ke-Delapan
oleh Prof. Dr. Marsigit MA


Pada kuliah, yang dilaksanakan pukul 07.30 – 09.10 WIB di ruang kelas 5.01.13,  kali ini tidak diawali dengan tes jawab singkat. Agenda perkuliahan pagi itu adalah penjelasan, pemaparan, serta diskusi terkait mitos dan logos yang kemudian di lanjutkan dengan sesi Tanya Jawab.

Dalam salah satu elegy di powermathematics.blogspot.co.id disebutkan bahwa sebenar-benar ilmu/logos adalah berpikir kritis dan ilmu/logos itu adalah lawan dari mitos. Hasil pikiran yang disertai dengan hati adalah sebaik-baik pikiran. Sehingga, hati adalah teman bagi para logos. Logos adalah bagaimana kita selalu berpikir untuk mencari suatu kebenaran diatas kebenaran. Logos akan kalah dengan mitos, jika kita sudah tidak mau berpikir dan terpengaruh oleh setan. Dengan pengaruh setan, hati dan pikiran dapat menjadi tidak jernih sehingga mitos dapat menguasai diri. Segala pengetahuan kita akan menjadi Mitos jika sekiranya dan sebetulnya kita mampu untuk berikhtiar memahaminya, namun kita enggan berikhtiar.

Hasil pikiran yang disertai dengan hati dalah sebaik baik pikiran. Sehingga, hati adalah teman bagi para logos. Logos adalah bagaimana kita selalu berpikir untuk mencari suatu kebenaran diatas kebenaran. Logos akan selalu mencari kebenaran, sehingga untuk menjadi logos kita harus senantiasa berdo'a agar dijauhkan dari bisikan setan dan selalu dijaga kejernihan hatinya pada saat mengalami ujian yang berat sekalipun. setinggi-tinggi logos adalah Logos Absolut yaitu Ilmu Allah SWT.  Sehingga kita harus senantiasa berdoa dan memohon pertolongan Allah dalam menghadapi persoalan dunia dan akhirat.

Sesuatu yang keliru yang dapat mempengaruhi pengalaman atau kehidupan manusia atau sesuatu yang tidak berdasar pada logika atau ilmu pengetahuan tertentu dapat disebut sebagai mitos. Sesuatu yang tidak bisa dijelaskan asal mulanya dapat disebut sebagai sebuah mitos pula. Namun, mitos tak sepenuhnya tidak baik. Mitos juga dapat menjadi suatu motivasi atau inspirasi karena keluar dari sisi irrasional atau keingintahuan yang tinggi akan sesuatu.

Dalam mitos, tidak perlu ada kesesuaian fakta atau pembuktian, cukup dengan dugaan. Maka dari itu, mitos hanya dapat digunakan untuk hal tertentu. Sisanya kita harus menempatkan logos. Kedua hal tersebut memiliki tempatnya masing-masing. Kita sebagai manusia harus mampu membedakan posisi dimana kita dapat menggunakan logos atau mitos.

Logos akan kalah dengan mitos, jika kita sudah tidak mau berpikir dan terpengaruh oleh setan. Dengan pengaruh setan, hati dan pikiran dapat menjadi tidak jernih sehingga mitos dapat menguasai diri.

Dalam penjelasan di atas, disebutkan bahwa sesuatu yang tidak bisa dijelaskan asal mulanya dapat disebut sebagai sebuah mitos. Selaras dengan hal tersebut, dalam matematika, jika matematikawan gagal dalam menjelaskan notion-notion yang ada, maka ini dapat disebut sebagai mitos dalam matematika. Dengan itu, kita harus dapat berpikir bahwa matematika bukanlah sebuah mitos, melainkan sebagai logos.

Lalu, bagaimana untuk mengubah mitos menjadi logos?


Cara mengubah mitos menjadi logos adalah dengan menghilangkan kesombongan, meluruhkan ego dan determinist kita, seraya bertawakkal kepada Allah SWT.  Sungguh kesombongan adalah penyakit yang sangat berbahaya. Satu-satunya yang layak memiliki sifat sombong hanyalah Sang Pencipta, Allah SWT. Dengan kesombongan, diri menjadi sulit untuk mendapat hikmah atau pelajaran dari sesuatu

0 komentar :

Post a Comment

Don't be silent readers ^_^