Refleksi Kuliah #8 : Mitos dan Logos
Jangan Sombong! Agar Mitos Berubah Menjadi Logos
Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu PPS Pendidikan
Matematika UNY
Kuliah Pertemuan Ke-Delapan
oleh Prof. Dr. Marsigit MA
Pada kuliah, yang dilaksanakan pukul 07.30 – 09.10 WIB
di ruang kelas 5.01.13, kali ini tidak
diawali dengan tes jawab singkat. Agenda perkuliahan pagi itu adalah
penjelasan, pemaparan, serta diskusi terkait mitos dan logos yang kemudian di
lanjutkan dengan sesi Tanya Jawab.
Dalam salah satu elegy di
powermathematics.blogspot.co.id disebutkan bahwa sebenar-benar ilmu/logos
adalah berpikir kritis dan ilmu/logos itu adalah lawan dari mitos. Hasil
pikiran yang disertai dengan hati adalah sebaik-baik pikiran. Sehingga, hati
adalah teman bagi para logos. Logos adalah bagaimana kita selalu berpikir untuk
mencari suatu kebenaran diatas kebenaran. Logos akan kalah dengan mitos, jika
kita sudah tidak mau berpikir dan terpengaruh oleh setan. Dengan pengaruh
setan, hati dan pikiran dapat menjadi tidak jernih sehingga mitos dapat
menguasai diri. Segala pengetahuan kita akan menjadi Mitos jika sekiranya dan
sebetulnya kita mampu untuk berikhtiar memahaminya, namun kita enggan
berikhtiar.
Hasil pikiran yang disertai dengan hati dalah sebaik
baik pikiran. Sehingga, hati adalah teman bagi para logos. Logos adalah
bagaimana kita selalu berpikir untuk mencari suatu kebenaran diatas kebenaran.
Logos akan selalu mencari kebenaran, sehingga untuk menjadi logos kita harus
senantiasa berdo'a agar dijauhkan dari bisikan setan dan selalu dijaga
kejernihan hatinya pada saat mengalami ujian yang berat sekalipun.
setinggi-tinggi logos adalah Logos Absolut yaitu Ilmu Allah SWT. Sehingga kita harus senantiasa berdoa dan
memohon pertolongan Allah dalam menghadapi persoalan dunia dan akhirat.
Sesuatu yang keliru yang dapat mempengaruhi pengalaman
atau kehidupan manusia atau sesuatu yang tidak berdasar pada logika atau ilmu
pengetahuan tertentu dapat disebut sebagai mitos. Sesuatu yang tidak bisa
dijelaskan asal mulanya dapat disebut sebagai sebuah mitos pula. Namun, mitos
tak sepenuhnya tidak baik. Mitos juga dapat menjadi suatu motivasi atau
inspirasi karena keluar dari sisi irrasional atau keingintahuan yang tinggi
akan sesuatu.
Dalam mitos, tidak perlu ada kesesuaian fakta atau
pembuktian, cukup dengan dugaan. Maka dari itu, mitos hanya dapat digunakan
untuk hal tertentu. Sisanya kita harus menempatkan logos. Kedua hal tersebut
memiliki tempatnya masing-masing. Kita sebagai manusia harus mampu membedakan
posisi dimana kita dapat menggunakan logos atau mitos.
Logos akan kalah dengan mitos, jika kita sudah tidak
mau berpikir dan terpengaruh oleh setan. Dengan pengaruh setan, hati dan
pikiran dapat menjadi tidak jernih sehingga mitos dapat menguasai diri.
Dalam penjelasan di atas, disebutkan bahwa sesuatu
yang tidak bisa dijelaskan asal mulanya dapat disebut sebagai sebuah mitos.
Selaras dengan hal tersebut, dalam matematika, jika matematikawan gagal dalam
menjelaskan notion-notion yang ada, maka ini dapat disebut sebagai mitos dalam
matematika. Dengan itu, kita harus dapat berpikir bahwa matematika bukanlah
sebuah mitos, melainkan sebagai logos.
Lalu, bagaimana untuk mengubah mitos menjadi logos?
Cara mengubah mitos menjadi logos adalah dengan
menghilangkan kesombongan, meluruhkan ego dan determinist kita, seraya
bertawakkal kepada Allah SWT. Sungguh
kesombongan adalah penyakit yang sangat berbahaya. Satu-satunya yang layak
memiliki sifat sombong hanyalah Sang Pencipta, Allah SWT. Dengan kesombongan,
diri menjadi sulit untuk mendapat hikmah atau pelajaran dari sesuatu
0 komentar :
Post a Comment
Don't be silent readers ^_^