Refleksi Kuliah #7 : Apa yang ada di dunia? Wadah dan Isi

Tuesday, 2 January 2018

Refleksi Kuliah #7 : Apa yang ada di dunia? Wadah dan Isi


Semua yang Ada di Dunia Adalah Wadah dan Isi
Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu PPS Pendidikan Matematika UNY
Kuliah Pertemuan Ke-Tujuh
oleh Prof. Dr. Marsigit MA


Seperti biasanya, Perkuliahan Filsafat Ilmu diawali dengan Tes Jawab Singkat. Tes Jawab Singkat (yang selanjutnya dalam postingan ini akan saya singkat menjadi TJS) sesungguhnya sangat memberikan manfaat bagi kami para Mahasiswa.
TJS merupakan salah satu fasilitas yang diberikan oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A sebagai sarana untuk menambah ilmu dan menambha kapasitas diri.
Seringnya, setiap TJS dilaksanakan, mayoritas mahasiswa mendapat nilai dengan rentang 0 – 4. Hal tersebut menunjukkan bahwa sesungguhnya masih banyak yang perlu dipelajari oleh mahasiswa.
Berikut daftar pertanyaan dan jawaban dari TJS kali ini.

Apa abstraksinya titik?
=
Wadah
Apa abstraksinya titik?
=
Isi
Apa idelanya titik?
=
Wadah
Apa idelanya titik?
=
Isi
Apa abstraksinya abstraksi?
=
Reduksi
Apa idelanya abstraksi?
=
Reduksi
Apa abstraksinya ideal?
=
Absolut
Apa idealnya ideal?
=
Absolut
Apa abstraksinya absolut?
=
Kuasa Tuhan
Apa idealnya absolut?
=
Kuasa Tuhan
Apa idelanya wadah?
=
Isi
Apa ideanya isi?
=
Wadah
Apa abstraksinya wadah?
=
Dunia
Apa abstraksinya isi?
=
Wadah
Apa metafisiknya wadah?
=
Isi
Apa metafisiknya isi?
=
Wadah
Apa metafisiknya abstraksi?
=
Reduksi
Apa metafisiknya ideal?
=
Absolut
Apa metafisiknya absolut?
=
Kuasa Tuhan
Apa metafisiknya metafisik?
=
Metafisik
Apa abstraksinya metafisik?
=
Epistimologi
Apa idelanya metafisik?
=
Metafisik
Apa wadahnya metafisik?
=
Epistimology
Apa isinya metafisik?
=
Yang ada dan mungkin ada
Apa absolutnya metafisik?
=
Kuasa Tuhan

Pada TJS kali ini, inti pembahasannya adalah terkait Wadah dan Isi.
Wadah dan isi adalah sebuah pasangan yang tak dapat dipisahkan, dua hal yang memiliki hubungan yang erat dalam rangka saling melengkapi satu sama lain. Keduanya saling terkait, wadah membutuhkan isi dan isi juga membutuhkan wadah. Wadah tanpa isi menjadi tidak berguna, begitupun isi tanpa wadah menjadi 'ambyar'. Contohnya gelas. gelas menjadi wadah air.

wadah (forma) adalah kategori berpikir sedangkan isi (substansi) adalah pengalaman. Isi dapat menjadi wadah, dan wadah dapat juga menjadi isi, sebab pikiran dan pengalaman saling mengimplikasi sehingga yang satu dapat pula menjadi yang lain. Sebuah wadah nantinya akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Oleh karena itu, kualitas wadah harus selalu ditingkatkan

Kemudian muncul pertanyaan, kita sebagai manusia termasuk dalam wadah atau isi?
Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa “isi bisa menjadi wadah, dan wadah bisa menjadi isi”.  Kita, manusia dapat menjadi wadah atau isi tergantung dengan ruang dan waktu. disisi lain kita sebagai wadah tetapi di sisi lain kita juga sebagai isi.


Oleh karena itu, kita harus senantiasa meningkatkan kualitas diri agar menjadi sebaik-baik wadah maupun isi pada ruang dan waktunya.

0 komentar :

Post a Comment

Don't be silent readers ^_^