Refleksi Pendidikan Kontemporer Indonesia

Monday, 20 October 2014

Refleksi Pendidikan Kontemporer Indonesia


Refleksi online
(http://powermathematics.blogspot.com/2014/07/yth-pembaca-yang-budiman-ass-wr-wb.html?showComment=1413789869945#c5378357833179603773)

Fenomena kehidupan anak-anak terkadang cepat berlalu bahkan kadang sangat cepat berlalu, bisa dikatakan salah satu sumber yang menyebabkan hal tersebut terjadi adalah dari diri kita selaku orang tua maupun guru. Disaat seharusnya anak-anak masih asyik dengan dunia bermainnya, kita sebagai orang tua/guru selalu 'mengejar-ngejar' mereka untuk belajar, belajar, dan selalu belajar. Apalagi saat-saat dimana anak-anak kita mulai mendekati masa masa UN, intensitas kita sebagai orang tua/guru untuk 'mengejar-ngejar' mereka akan semakin meningkat. Bahkan hal tersebut juga dialami oleh anak-anak SD. Anak-anak SD (yang rata-rata baru berusia 7-12 tahun) yang akan menghadapi masa-masa UN pun tak luput dari bayang-bayang orang tua/guru yang terus mengejar-ngejar mereka untuk belajar, belajar, dan selalu belajar. Semua orang tua/guru selalu mengkondisikan bahwa kegagalan menempuh UN adalah sebuah kegagalan hidup. mengapa demikian? apakah karena pemerintah mensyaratkan nilai UN sebagai prasyarat untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi? jika terus "begini" bukankah siswa/anak menjadi lebih berorientasi kepada hasil akhir bukan kepada proses? bahkan demi mendapat nilai UN yg bagus tidak menutup kemungkinan mereka akan mengesampingkan nilai-nilai moral, terutama kejujuran.

0 komentar :

Post a Comment

Don't be silent readers ^_^