Refleksi Kuliah #9 : Paling Bahagia = Pandai Bersyukur

Tuesday, 2 January 2018

Refleksi Kuliah #9 : Paling Bahagia = Pandai Bersyukur


Apa itu Kebahagiaan? Bagaimana kita bahagia?
Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu PPS Pendidikan Matematika UNY
Kuliah Pertemuan Ke-Sembilan
oleh Prof. Dr. Marsigit MA


Setelah pada pertemuan berikutnya tidak diadakan Tes Jawab Singkat, Akhirnya pada pertemuan Ke-Sembilan Tes Jawab Singkat diadakan kembali. Berikut daftar pertanyaan dan jawaban dari Tes tersebut :

Wadahnya doa?
=
Ikhlas
Isinya doa?
=
Pahala
Adanya doa?
=
Potensi
Mengadanya doa?
=
Ikhtiar
Pengadanya doa?
=
Keyakinan
Wadahnya batu?
=
Materi
Isinya batu?
=
Materi
Adanya batu?
=
Potensi
Mengadanya batu?
=
Materi
Pengadanya batu?
=
Materi
Wadahnya perdagangan?
=
Transaksi
Isinya perdagangan?
=
Barang dagangan
Wadahnya psikologi?
=
Ilmu
Isinya psikologi?
=
Gejala jiwa
Wadahnya bilangan?
=
Variabel
Isinya bilangan?
=
Konstanta
Wadahnya angka?
=
Lambang
Isinya angka?
=
Nilai
Wadahnya perkalian?
=
Operasi
Isinya perkalian?
=
Penjumlahan
Wadahnya penjumlahan?
=
Operasi
Isinya penjumlahan?
=
Ekstensi
Wadahnya persepsi?
=
Kesadaran
Isinya persepsi?
=
Arti
Isinya arti?
=
Konsep


Setelah sesi Tes Jawab Singkat berakhir, seperti biasa, pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan sesi Tanya Jawab.
Pada sesi Tanya jawab ada dua pertanyaan yang ditanyakan, yaitu tentang Umroh yang telah dilaksanakan oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A dan pertanyaan lainnya tentang kebahagiaan.

Kebahagiaan itu ada, sedangkan kesedihan itu mungkin ada. Prof Marsigit menyampaikan bahwa yang paling bahagia adalah yang pandai bersyukur. Jika ingin bahagia, maka syukuri apa yang dimiliki. Dengan banyak-banyak bersyukur maka kita akan menjadi pribadi yang bahagia. Hal tersebut salah satunya dibuktikan ketika Prof Marsigit menjalankan Umroh. Beliau saat itu merasa sangat bersyukur karena bisa mengusap dan mencium Hajar Aswad, Beliau merasa sangat bahagia. Karena Prof. Marsigit sangat bersyukur sehingga beliau juga merasa sangat bahagia.

Tema kebahagiaan, merupakan salah satu tema penting yang dibahas dalam filsafat. Tema kebahagiaan menjadi penting karena terkait dengan sesuatu yang bersifat asasi pada setiap manusia, sehingga filsafat menjadi penting untuk membahasnya.

Menurut Antithenes, kebahagiaan adalah dengan meninggalkan kesenangan-kesenangan materil, karena sejatinya kebahagiaan adalah bersifat metafisik.  Akan tetapi sebaliknya, Aristippus berpendapat bahwa kebahagiaan adalah bagaimana memuaskan hasrat jasmaniyah. Akhirnya Antithenes dikenal sebagai tokoh aliran asketisme yang menekankan pencapaian kebahagiaan dengan menjauh dari kesenangan-kesenangan materil, sebaliknya Aristippus kemudian dikenal sebagai tokoh aliran hedonisme yang menekankan kebahagiaan dengan pemenuhan kesenangan-kesenangan materil (hedone).

Nyatanya, hampir sebagian besar orang menganggap kebahagian adalah hal-hal yang bersifat materiil (sejalan dengan Aristippus). Orang-orang yang seperti itu menganggap bahwa semakin banyak materiil yang mereka miliki, maka mereka akan semakin bahagia. Padahal sesungguhnya upaya pemenuhan kepuasan materiil secara berlebihan hanya akan membuat manusia semakin menjauh dari kebahagiaan, dan justru mendekat kepada keserakahan dan ketamakan. Bahkan pada beberapa kasus berakhir dengan korupsi.

Menurut saya, Syukuri apa yang kita miliki, maka kita akan bahagia.

0 komentar :

Post a Comment

Don't be silent readers ^_^