Refleksi Kuliah #3 : Tes Jawab Singkat ~ Makna dalam Filsafat

Sunday, 31 December 2017

Refleksi Kuliah #3 : Tes Jawab Singkat ~ Makna dalam Filsafat


Tes Jawab Singkat : Makna dalam Filsafat
Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu PPS Pendidikan Matematika UNY
3 Oktober 2017 oleh Prof. Dr. Marsigit MA

Seperti perkuliahan Filsafat Ilmu sebelumnya, perkuliahan kali ini juga dilaksanakan di Gedung baru Pascasarjana tepatnya di ruang 5.01.13 pada pukul 07.30 – 09.10 WIB.
Perkuliahan dimulai dengan Tes Jawab Singkat. Tes Jawab Singkat kali ini membahas tentang makna dalam filsafat. Bapak Marsigit akan memberikan suatu pertanyaan maupun pernyataan, kemudian kami (mahasiswa) akan menjawab apa filsafatnya dari pertanyaan/pernyataan yang telah dilontarkan.

Berikut, daftar pertanyaan dan jawaban dari tes jawab singkat. Pada uraian di bawah juga saya sertakan refleksi saya terkait jawaban-jawaban dari tes tersebut.

1.      Apa makna filsafat,” Mengapa tidak tanda tangan?
Filsafatnya adalah foundationalism atau landasan dari komunikasi.

2.      Tanda tangan itu untuk apa?
Filsafatnya adalah utilitarian. Kata “Untuk Apa” termasuk ke dalam utilitarian.
Dalam aliran ini, manusia harus bertindak sebagaimana mungkin sehingga menghasilkan kemungkinan konsekuensi yang terbaik. Menurut A Mangunhardjana, Utilitarianisme adalah sebuah teori yang diusulkan oleh David Hume untuk menjawab moralitas yang saat itu mulai diterpa badai keraguan yang besar, tetapi pada saat yang sama masih tetap sangat terpaku pada aturan-aturan ketat moralitas yang tidak mencerminkan perubahan-perubahan radikal di zamannya.

3.      Lho emangnya ..
Filsafatnya adalah disharmoni.

4.      Lho jangan gitu...
Filsafatnya adalah determinist.
Determinisme adalah aliran filsafat yang menganggap bahwa untuk setiap kejadian, termasuk interaksi manusia, terdapat kondisi yang dapat menyebabkan kejadian tersebut. Dan tidak mungkin kejadian tersebut berbeda, kecuali kondisi yang menyebabkan juga berbeda. Dalam aliran ini, manusia terpaksa dan sama sekali tidak memiliki kebebasan.

5.      Nada-nadanya nilai kosong. Nada-nadanya nilai nol juga.
Filsafatnya adalah teotologi yaitu meramal atau memperkirakan.

6.      Ketus amat sih..
Filsafatnya adalah anarki.

7.      Jadi nggak enak rasanya.
Filsafatnya adalah sensitif.

8.      Kayak gitu kok tanya
Filsafatnya adalah determinist.
Seperti yang sudah saya jabarkan pada jawaban soal ke -4, dalam aliran determinist manusia terpaksa dan sama sekali tidak memiliki kebebasan.
Sejatinya ketika kita sedang bertanya, berarti kita sedang mengada, mencoba mengubah yang mungkin ada menjadi ada. Bertanya menandakan bahwa kita sedang berpikir.

9.      Ya.. Keterlaluan..
Filsafatnya adalah determinist.

10.  Tidak tandatangan.
Filsafatnya adalah nihilism.
Nihilisme mengatakan bahwa dunia ini, terutama keberadaan manusia di dunia, tidak memiliki suatu tujuan. Aliran ini berpandangan bahwa kehidupan tidak memiliki arti dan tidak ada yang perlu dicapai di dunia ini

11.  Mungkin karena tidak paham.
Filsafatnya adalah skeptisism.
Skeptis adalah sifat meragukan akan sesuatu. Menurut KBBI skeptis adalah sifat kurang percaya, atau ragu-ragu. Ragu - Ragu akan Pengalaman dan dunia yang dilihat. Sedangkan Skeptisisme adalah aliran ( paham ) yang memandang sesuatu tidak pasti.
Dalam Filsafat Sikap skeptis ini berarti meragukan semua hal dalam bentuk apa pun, untuk mencapai tujuan akhir yang tak tergoyahkan.

12.  Kan tergantung kesepakatannya.
Filsafatnya adalah foundationalism.

13.  Pikir..
Filsafatnya adalah rasionalism.
rasionalisme adalah paham dalam filsafat yang memandang bahwa cara memperoleh pengetahuan adalah dengan berpikir. Sehingga akal (pikiran) adalah alat terpenting untuk memperoleh pengetahuan.

14.  Jangan Cuma berandai-andai.
Filsafatnya adalah fiksionalism.

15.  Ini kan wajib..
Filsafatnya adalah absolutism.
Absolutisme merupakan kebalikan dari relativisme. Absolutisme meyakini bahwa mental manusia dapat mencapai kebenaran mutlak tentang suatu obyek nyata, dalam arti, sesuaatu keyakinan di dalam pikiran tersebut disebut benar jika ia mencerminkan keadaan obyektif sebenarnya di alam luar. Untuk menyatakan kebenaran kebenaran tersebut, absolutisme menggunakan bahasa

16.  Anggap saja nggak paham.
Filsafatnya adalah idealism.
Idealisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa hakikat dunia fisik hanya dapat dipahami dalam kaitannya dengan jiwa dan roh. Istilah Idealisme diambil dari kata idea yaitu sesuatu yang hadir dalam jiwa. Menurut Plato, seorang filosof idealisme klasik ( Yunani Purba ), menyatakan bahwa realitas terakhir adalah dunia cita. Hakikat manusia adalah jiwanya, rohaninya, yakni apa yang disebut “mind”.

17.  Kayak gitu kok mengharapkan hasil terbaik.
Filsafatnya adalah perfectionalism.
Menurut pemahaman saya, dalam artian tingkah laku, perfeksionisme berarti tingkah laku yang selalu berusaha untuk mencapai kondisi terbaik atau sempurna. Dalam filsafat, perfeksionisme berarti aliran yang berdasar pada kehendak yang kuat untuk mencapai sesuatu.

18.  Focus. Focus. Focus.
Filsafatnya adalah reductionism atau abstraksi.

19.  Ehmm..
Filsafatnya adalah disharmoni.

20.  Ya terserah saja.
Filsafatnya adalah fakta.

21.  Mungkin.
Filsafatnya adalah skeptism.

22.  Ada.
Filsafatnya adalah determinist.

23.  Kerja. Kerja. Kerja.
Filsafatnya adalah mitos.

24.  Isyarat.
Filsafatnya adalah simbolism.

25.  Dicek lagi.
 Filsafatnya adalah hermeneutika.


0 komentar :

Post a Comment

Don't be silent readers ^_^