Tuesday, 2 January 2018

Refleksi Kuliah #11 : Diskusi Ringan


Kendala – Keluhan – Kritik – Saran
Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu PPS Pendidikan Matematika UNY
Kuliah Pertemuan Ke-Sebelas
oleh Prof. Dr. Marsigit MA


Agenda perkuliahan kali ini, diisi dengan diskusi ringan terkait kendala maupun keluhan apa saja yang dirasakan mahasiswa selama kuliah S2 di UNY. Mahasiswa juga diminta untuk memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun demi meningkatkan kualitas PPs UNY (khususnya yang dalam pembahasan di kelas adalah terkait Prodi Pendidikan Matematika).

Berikut beberapa keluhan, kendala, kritik, maupun saran yang diajukan oleh mahasiswa :
1.      Dosen Terlalu Sibuk, sehingga pembelajaran di kelas sering kosong.
2.      Ada satu dosen yang mengampu lebih dari satu makul di kelas yang sama, sehingga mahasiswa kadang merasa kebingungan. Bahkan beberapa merasa terkadang materi yang diajarkan sering terbolak-balik.
3.      WiFi kampus hanya bisa digunakan di satu perangkat. Hal tersebut jelas menjadi ketidaknyamanan bagi mahasiswa. Sebab terkadang mahasiswa perlu mencari bahan ajar melalui laptop, tapi disatu sisi kadang menggunakan handphone.
4.      Jarak yang cukup jauh antara tempat parkir dan gedung kuliah. Banyak mahasiswa yang mengeluhkan mereka sudah merasa capek bahkan sebelum masuk ke kelas, karena sudah berjalan cukup jauh dari parkiran ke ruang kelas.
5.      Jumlah Lift yang terbatas, sehingga pada pagi hari kadang terjadi penumpukkan jumlah pengguna lift yang terlalu banyak. Hal tersbeut tentu menjadi salah satu contributor bagi keterlambatan mahasiswa
6.      Perlu adanya dispenser / air minum setidaknya di setiap gedung, bukan hanya di hall rektorat.
7.      Perlu adanya kantin dan tempat printer di gedung PPs UNY, sebab selama ini mahasiswa harus berjalan cukup jauh menuju tempat untuk makan maupun nge print.

8.      Dsb.

Refleksi Kuliah #10 : Hermenitika


Apa itu Hermenitika?
Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu PPS Pendidikan Matematika UNY
Kuliah Pertemuan Ke-Sepuluh
oleh Prof. Dr. Marsigit MA



Perkuliahan pada pagi itu, diawali dengan Tes Jawab Singkat. Berikut daftar pertanyaan dan jawaban dari Tes tersebut. :

Abstraksinya hermenetika?
=
Siklik
Abstraksinya hermenetika?
=
Linear
Idealisasi hermenetika?
=
Konsep
Ontologi hermenetika?
=
Fatal (takdir/ dipilih)
Ontologi hermenetika?
=
Vital (ikhtiar/ memilih)
Psikologinya hermenetika?
=
Interaksi
Formalnya hermenetika?
=
Aturan sosial
Normatifnya hermenetika?
=
Hermenetika
Ruang dan waktunya hermenetika?
=
Menembus ruang dan waktu
Hidupnya hermenetika?
=
Harmoni
Matinya hermenetika?
=
Berhenti
Noumenanya hermenetika?
=
Noumena
Apriorinya hermenentika?
=
Harapan
Aposteriorinya hermenetika?
=
Belajar dari pengalaman
Bahasa jawa hermenetika?
=
Cokro manggilingan
Analitiknya hermenetika?
=
Konsep-konsep
Sintetiknya hermenetika?
=
Fenomen-fenomena
Teleologinya hermenetika?
=
Peristiwa di waktu yang akan datang
Fatalnya hermenetika?
=
Terpilih/ dipilih
Vitalnya hermenetika?
=
Memilih
Sehatnya hermenetika?
=
Harmoni
Paralogosnya hermenetika?
=
Silaturahim para dewa
Anomalinya hermenetika?
=
Konflik sosial
Transenden hermenetika?
=
Hermenetika para dewa
Contohnya hermenetika?
=
Simulasi

Pada Tes Jawab Singkat kali ini, inti pembahasannya adalah terkait dengan Hermenitika/ Hermeneutika. Apa itu Hermenitika?

Hermeneutika adalah salah satu jenis filsafat yang mempelajari tentang interpretasi makna. Hermeneutika hidup dapat diartikan sebagai memaknai hidup.

Menurut pendapat saya, hermenitika hidup itu layaknya gelombang longitudinal pada slinky. Kita terus maju dari titik awal ke titik akhir. Dalam perjalanan tersebut kita melalui dua bagian.Bagian pertama adalah ketika kita melewati/berada pada titik terendah, dan bagian kedua adalah ketika kita melewati/berada pada titik tertinggi.

menurut saya, ini sedikit mirip dengan ungkapan yang sering kita dengar bahwa “Hidup itu seperti roda berputar, yang akan terus berputar. Kadang kita berada di bawah,kadang berada di atas. Kita tidak selalu bahagia, tetapi tidak selamanya bersedih”.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kadang hidup ini akan terasa mudah, tetapi di lain waktu kita akan menemui berbagai kesulitan di hidup ini. 

Refleksi Kuliah #9 : Paling Bahagia = Pandai Bersyukur


Apa itu Kebahagiaan? Bagaimana kita bahagia?
Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu PPS Pendidikan Matematika UNY
Kuliah Pertemuan Ke-Sembilan
oleh Prof. Dr. Marsigit MA


Setelah pada pertemuan berikutnya tidak diadakan Tes Jawab Singkat, Akhirnya pada pertemuan Ke-Sembilan Tes Jawab Singkat diadakan kembali. Berikut daftar pertanyaan dan jawaban dari Tes tersebut :

Wadahnya doa?
=
Ikhlas
Isinya doa?
=
Pahala
Adanya doa?
=
Potensi
Mengadanya doa?
=
Ikhtiar
Pengadanya doa?
=
Keyakinan
Wadahnya batu?
=
Materi
Isinya batu?
=
Materi
Adanya batu?
=
Potensi
Mengadanya batu?
=
Materi
Pengadanya batu?
=
Materi
Wadahnya perdagangan?
=
Transaksi
Isinya perdagangan?
=
Barang dagangan
Wadahnya psikologi?
=
Ilmu
Isinya psikologi?
=
Gejala jiwa
Wadahnya bilangan?
=
Variabel
Isinya bilangan?
=
Konstanta
Wadahnya angka?
=
Lambang
Isinya angka?
=
Nilai
Wadahnya perkalian?
=
Operasi
Isinya perkalian?
=
Penjumlahan
Wadahnya penjumlahan?
=
Operasi
Isinya penjumlahan?
=
Ekstensi
Wadahnya persepsi?
=
Kesadaran
Isinya persepsi?
=
Arti
Isinya arti?
=
Konsep


Setelah sesi Tes Jawab Singkat berakhir, seperti biasa, pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan sesi Tanya Jawab.
Pada sesi Tanya jawab ada dua pertanyaan yang ditanyakan, yaitu tentang Umroh yang telah dilaksanakan oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A dan pertanyaan lainnya tentang kebahagiaan.

Kebahagiaan itu ada, sedangkan kesedihan itu mungkin ada. Prof Marsigit menyampaikan bahwa yang paling bahagia adalah yang pandai bersyukur. Jika ingin bahagia, maka syukuri apa yang dimiliki. Dengan banyak-banyak bersyukur maka kita akan menjadi pribadi yang bahagia. Hal tersebut salah satunya dibuktikan ketika Prof Marsigit menjalankan Umroh. Beliau saat itu merasa sangat bersyukur karena bisa mengusap dan mencium Hajar Aswad, Beliau merasa sangat bahagia. Karena Prof. Marsigit sangat bersyukur sehingga beliau juga merasa sangat bahagia.

Tema kebahagiaan, merupakan salah satu tema penting yang dibahas dalam filsafat. Tema kebahagiaan menjadi penting karena terkait dengan sesuatu yang bersifat asasi pada setiap manusia, sehingga filsafat menjadi penting untuk membahasnya.

Menurut Antithenes, kebahagiaan adalah dengan meninggalkan kesenangan-kesenangan materil, karena sejatinya kebahagiaan adalah bersifat metafisik.  Akan tetapi sebaliknya, Aristippus berpendapat bahwa kebahagiaan adalah bagaimana memuaskan hasrat jasmaniyah. Akhirnya Antithenes dikenal sebagai tokoh aliran asketisme yang menekankan pencapaian kebahagiaan dengan menjauh dari kesenangan-kesenangan materil, sebaliknya Aristippus kemudian dikenal sebagai tokoh aliran hedonisme yang menekankan kebahagiaan dengan pemenuhan kesenangan-kesenangan materil (hedone).

Nyatanya, hampir sebagian besar orang menganggap kebahagian adalah hal-hal yang bersifat materiil (sejalan dengan Aristippus). Orang-orang yang seperti itu menganggap bahwa semakin banyak materiil yang mereka miliki, maka mereka akan semakin bahagia. Padahal sesungguhnya upaya pemenuhan kepuasan materiil secara berlebihan hanya akan membuat manusia semakin menjauh dari kebahagiaan, dan justru mendekat kepada keserakahan dan ketamakan. Bahkan pada beberapa kasus berakhir dengan korupsi.

Menurut saya, Syukuri apa yang kita miliki, maka kita akan bahagia.

Refleksi Kuliah #8 : Mitos dan Logos


Jangan Sombong! Agar Mitos Berubah Menjadi Logos
Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu PPS Pendidikan Matematika UNY
Kuliah Pertemuan Ke-Delapan
oleh Prof. Dr. Marsigit MA


Pada kuliah, yang dilaksanakan pukul 07.30 – 09.10 WIB di ruang kelas 5.01.13,  kali ini tidak diawali dengan tes jawab singkat. Agenda perkuliahan pagi itu adalah penjelasan, pemaparan, serta diskusi terkait mitos dan logos yang kemudian di lanjutkan dengan sesi Tanya Jawab.

Dalam salah satu elegy di powermathematics.blogspot.co.id disebutkan bahwa sebenar-benar ilmu/logos adalah berpikir kritis dan ilmu/logos itu adalah lawan dari mitos. Hasil pikiran yang disertai dengan hati adalah sebaik-baik pikiran. Sehingga, hati adalah teman bagi para logos. Logos adalah bagaimana kita selalu berpikir untuk mencari suatu kebenaran diatas kebenaran. Logos akan kalah dengan mitos, jika kita sudah tidak mau berpikir dan terpengaruh oleh setan. Dengan pengaruh setan, hati dan pikiran dapat menjadi tidak jernih sehingga mitos dapat menguasai diri. Segala pengetahuan kita akan menjadi Mitos jika sekiranya dan sebetulnya kita mampu untuk berikhtiar memahaminya, namun kita enggan berikhtiar.

Hasil pikiran yang disertai dengan hati dalah sebaik baik pikiran. Sehingga, hati adalah teman bagi para logos. Logos adalah bagaimana kita selalu berpikir untuk mencari suatu kebenaran diatas kebenaran. Logos akan selalu mencari kebenaran, sehingga untuk menjadi logos kita harus senantiasa berdo'a agar dijauhkan dari bisikan setan dan selalu dijaga kejernihan hatinya pada saat mengalami ujian yang berat sekalipun. setinggi-tinggi logos adalah Logos Absolut yaitu Ilmu Allah SWT.  Sehingga kita harus senantiasa berdoa dan memohon pertolongan Allah dalam menghadapi persoalan dunia dan akhirat.

Sesuatu yang keliru yang dapat mempengaruhi pengalaman atau kehidupan manusia atau sesuatu yang tidak berdasar pada logika atau ilmu pengetahuan tertentu dapat disebut sebagai mitos. Sesuatu yang tidak bisa dijelaskan asal mulanya dapat disebut sebagai sebuah mitos pula. Namun, mitos tak sepenuhnya tidak baik. Mitos juga dapat menjadi suatu motivasi atau inspirasi karena keluar dari sisi irrasional atau keingintahuan yang tinggi akan sesuatu.

Dalam mitos, tidak perlu ada kesesuaian fakta atau pembuktian, cukup dengan dugaan. Maka dari itu, mitos hanya dapat digunakan untuk hal tertentu. Sisanya kita harus menempatkan logos. Kedua hal tersebut memiliki tempatnya masing-masing. Kita sebagai manusia harus mampu membedakan posisi dimana kita dapat menggunakan logos atau mitos.

Logos akan kalah dengan mitos, jika kita sudah tidak mau berpikir dan terpengaruh oleh setan. Dengan pengaruh setan, hati dan pikiran dapat menjadi tidak jernih sehingga mitos dapat menguasai diri.

Dalam penjelasan di atas, disebutkan bahwa sesuatu yang tidak bisa dijelaskan asal mulanya dapat disebut sebagai sebuah mitos. Selaras dengan hal tersebut, dalam matematika, jika matematikawan gagal dalam menjelaskan notion-notion yang ada, maka ini dapat disebut sebagai mitos dalam matematika. Dengan itu, kita harus dapat berpikir bahwa matematika bukanlah sebuah mitos, melainkan sebagai logos.

Lalu, bagaimana untuk mengubah mitos menjadi logos?


Cara mengubah mitos menjadi logos adalah dengan menghilangkan kesombongan, meluruhkan ego dan determinist kita, seraya bertawakkal kepada Allah SWT.  Sungguh kesombongan adalah penyakit yang sangat berbahaya. Satu-satunya yang layak memiliki sifat sombong hanyalah Sang Pencipta, Allah SWT. Dengan kesombongan, diri menjadi sulit untuk mendapat hikmah atau pelajaran dari sesuatu

Refleksi Kuliah #7 : Apa yang ada di dunia? Wadah dan Isi


Semua yang Ada di Dunia Adalah Wadah dan Isi
Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu PPS Pendidikan Matematika UNY
Kuliah Pertemuan Ke-Tujuh
oleh Prof. Dr. Marsigit MA


Seperti biasanya, Perkuliahan Filsafat Ilmu diawali dengan Tes Jawab Singkat. Tes Jawab Singkat (yang selanjutnya dalam postingan ini akan saya singkat menjadi TJS) sesungguhnya sangat memberikan manfaat bagi kami para Mahasiswa.
TJS merupakan salah satu fasilitas yang diberikan oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A sebagai sarana untuk menambah ilmu dan menambha kapasitas diri.
Seringnya, setiap TJS dilaksanakan, mayoritas mahasiswa mendapat nilai dengan rentang 0 – 4. Hal tersebut menunjukkan bahwa sesungguhnya masih banyak yang perlu dipelajari oleh mahasiswa.
Berikut daftar pertanyaan dan jawaban dari TJS kali ini.

Apa abstraksinya titik?
=
Wadah
Apa abstraksinya titik?
=
Isi
Apa idelanya titik?
=
Wadah
Apa idelanya titik?
=
Isi
Apa abstraksinya abstraksi?
=
Reduksi
Apa idelanya abstraksi?
=
Reduksi
Apa abstraksinya ideal?
=
Absolut
Apa idealnya ideal?
=
Absolut
Apa abstraksinya absolut?
=
Kuasa Tuhan
Apa idealnya absolut?
=
Kuasa Tuhan
Apa idelanya wadah?
=
Isi
Apa ideanya isi?
=
Wadah
Apa abstraksinya wadah?
=
Dunia
Apa abstraksinya isi?
=
Wadah
Apa metafisiknya wadah?
=
Isi
Apa metafisiknya isi?
=
Wadah
Apa metafisiknya abstraksi?
=
Reduksi
Apa metafisiknya ideal?
=
Absolut
Apa metafisiknya absolut?
=
Kuasa Tuhan
Apa metafisiknya metafisik?
=
Metafisik
Apa abstraksinya metafisik?
=
Epistimologi
Apa idelanya metafisik?
=
Metafisik
Apa wadahnya metafisik?
=
Epistimology
Apa isinya metafisik?
=
Yang ada dan mungkin ada
Apa absolutnya metafisik?
=
Kuasa Tuhan

Pada TJS kali ini, inti pembahasannya adalah terkait Wadah dan Isi.
Wadah dan isi adalah sebuah pasangan yang tak dapat dipisahkan, dua hal yang memiliki hubungan yang erat dalam rangka saling melengkapi satu sama lain. Keduanya saling terkait, wadah membutuhkan isi dan isi juga membutuhkan wadah. Wadah tanpa isi menjadi tidak berguna, begitupun isi tanpa wadah menjadi 'ambyar'. Contohnya gelas. gelas menjadi wadah air.

wadah (forma) adalah kategori berpikir sedangkan isi (substansi) adalah pengalaman. Isi dapat menjadi wadah, dan wadah dapat juga menjadi isi, sebab pikiran dan pengalaman saling mengimplikasi sehingga yang satu dapat pula menjadi yang lain. Sebuah wadah nantinya akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Oleh karena itu, kualitas wadah harus selalu ditingkatkan

Kemudian muncul pertanyaan, kita sebagai manusia termasuk dalam wadah atau isi?
Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa “isi bisa menjadi wadah, dan wadah bisa menjadi isi”.  Kita, manusia dapat menjadi wadah atau isi tergantung dengan ruang dan waktu. disisi lain kita sebagai wadah tetapi di sisi lain kita juga sebagai isi.


Oleh karena itu, kita harus senantiasa meningkatkan kualitas diri agar menjadi sebaik-baik wadah maupun isi pada ruang dan waktunya.