Monday, 16 October 2017

Refleksi Kuliah #2 : Tes Jawab Singkat ~ dari yang Mungkin Ada menjadi Ada


Tes Jawab Singkat : dari yang Mungkin Ada menjadi Ada
Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu PPS Pendidikan Matematika UNY
26 September 2017 oleh Prof. Dr. Marsigit MA

Pertemuan kedua perkuliahan filsafat ilmu dilaksanakan pada tanggal 26 September 2017 pukul 07.30 sampai 09.10 di ruang kuliah 5.01.13. Pertemuan kedua di isi dengan tes jawab singkat serta pembahasannya.

Tes jawab singkat tidak bertujuan seperti penilaian pada umumnya, melainkan berfungsi / bertujuan agar mahasiswa memperoleh intuisi berfilsafat serta untuk mengadakan apa yang mungkin ada. Tes kali ini terdiri dari 25 pertanyaan, sebagai berikut :

1. Anda itu apa ? = Hakikat

2. Anda Siapa? = Potensi

3. Anda darimana? = Terpilih

4. Anda mau kemana? = Memilih

5. Anda mengapa? = Bertanya

6. Anda ngapain disitu? = Berpikir

7. Siapa nama Anda? = ikonik / dunia

8. Siapa Ayah Anda? = Jiwa

9. Siapa Ibu Anda? = Jiwa

10. Siapa Pak Marsigit? = Pikiran

11. Apa cita-citamu? = Saksi

12. Siapa di belakangmu? = Epoke

13. Siapa di depanmu? = Fenomena

14. Siapa di atasmu? = Noumena

15. Siapa di bawahmu? = Bayang-bayang

16. Siapa di kirimu? = Potensi kiri

17. Siapa di kananmu? = Potensi kanan

18. Siapa temanmu? = Pikiran

19. Siapa kekasihmu? = Milikmu

20. Apa pekerjaanmu? = Mengada

21. Apa karyamu? = Pengada

22. Apa makananmu? = Bacaan

23. Apa bacaanmu? = Yang ada dan Mungkin ada

24. Apa mimpimu? = Keberadaan

25. Kamu dimana? = Perbatasan

Ketika menjawab pertanyaan tes jawab singkat diatas, mahasiswa kebingungan dan hasilnya masih sangat jauh dari yang diharapkan. Dari 20 mahasiswa, 18 diantaranya memperoleh nilai 0. Hal tersebut menunjukkan bahwa masih sangat banyak hal yang tidak diketahui oleh kami para Mahasiswa. Jarak antara kami dan Prof. Dr. Marsigit MA adalah 100.

Dari tes jawab singkat ini, dapat kita sadari bahwa tes ini adalah salah satu media untuk melakukan hermeunitika hidup, menerjemahkan dan diterjemahkan. Mahasiswa menerjemahkan filsafat dengan cara membaca, membaca, dan membaca postingan blog Prof. Dr. Marsigit MA, dan mahasiswa diterjemahkan melalui pertanyaan dengan tujuan untuk mengetahui isi pikirannya.

Pembahasan dari soal-soal tes jawab singkat ini membuat mahasiswa menjadi terbuka pemikirannya terhadap filsafat. Bahwa filsafat itu adalah dirimu sendiri. Jawaban benar dan salah dalam filsafat itu bergantung dengan ruang dan waktu.

Pembahasan yang paling menarik perhatian saya adalah pembahasan soal dari nomor 20,21,dan 23, tentang mengada, pengada, dan yang mungkin ada. Hakikat metode pembelajaran Filsafat adalah mengubah dari yang mungkin ada menjadi ada. Unsur ada pada objek filsafat telah jelas bahwa segala sesuatu yang kita ketahui, yang kita telah lihat atau amati, serta yang kita pikirkan yang kemudian dapat kita jelaskan dan refleksikan secara jelas. Sedangkan unsur yang kedua dari objek filsafat yaitu yang mungkin ada, maksud dari unsur objek filsafat yang kedua ini adalah segala sesuatu yang belum terjadi, masih bersifat abstrak, belum kita ketahui dan belum pasti. Namun yang belum tentu ada tersebut bisa menjadi berubah menjadi ada jika informasi yang dapat membuatnya ada telah di input dalam pikiran kita, proses mengubah dari yang mungkin ada menjadi ada inilah yang disebut dengan mengada. Tes jawab singkat ini adalah salah satu cara Prof. Dr. Marsigit MA memfasilitasi mahasiswanya untuk mengada, seperti yang telah saya sebutkan diawal refleksi ini bahwa tujuan tes jawab singkat adalah mengubah dari yang mungkin ada menjadi ada.

Refleksi Kuliah #1 : Membangun Filsafat Ilmu


Membangun Filsafat Ilmu
Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu PPS Pendidikan Matematika UNY
05 September 2017 oleh Prof. Dr. Marsigit MA

Pertemuan pertama perkuliahan filsafat ilmu dilaksanakan pada tanggal 15 September 2017 pukul 07.30 sampai 09.10 di ruang kuliah 5.01.13. Pertemuan pertama di isi dengan materi pengantar pada perkuliahan filsafat ilmu. Namun, pertama-tama kuliah dimulai dengan penjelasan dari Prof. Dr. Marsigit MA terkait sumber-sumber belajar yang digunakan dalam mata kuliah ini. Yang pertama adalah tentang silabus, silabus mata kuliah filsafat ilmu dapat di didownload di uny.academia.edu/MarsigitHrd. Selain silabus perkuliahan, di situs tersebut juga terdapat berbagai macam tulisan beliau yang jumlahnya berkisar hingga 90 makalah. Beliau juga menambahkan bahwa mahasiswa harus sering-sering dan banyak membaca artikel-artikel tulisan Beliau pada laman https://powermathematics.blogspot.co.id/ , di laman tersebut terdapat sekitar 700 artikel karya Prof. Dr. Marsigit MA. Artikel-artikel dalam blog tersebut merupakan sarana Beliau untuk memfasilitasi mahasiswa.

Selanjutnya, Beliau menjelaskan bahwa paradigma dari filsafat ilmu adalah konstruktivis yang dapat diartikan “membangun”. Apa yang dibangun? Membangun segalanya. Membangun dunia, membangun akhirat, membangun hidup, membangun kepercayaan, membangun kesehatan, dll. Beliau juga menambahkan bahwa membangun yang paling bermakna adalah membangun dirinya sendiri, untuk dirinya sendiri, bukan dibangunkan oleh orang lain, sebab hal yang demikian itu tidak ada gunanya (tidak bermakna). Seperti yang dilakukan Prof. Dr. Marsigit MA dalam perkuliahan filsafat ilmu ini, beliau bukan melakukan perkuliahan dalam konteks memberi, melainkan memfasilitasi agar para mahasiswa bisa membangun filsafat ilmu mereka sendiri. Salah satu cara beliau memfasilitasi mahasiswa nya adalah melalui artikel-artikel di blog beliau. Dengan banyak-banyak membaca artikel dan melakukan refeleksi online, mahasiswa diharapkan dapat membangun filsafat ilmu mereka sendiri, yang kemudian dapat di breakdown menjadi membangun ilmu, iman, takwa, dan lain sebagainya.

Mengapa mahasiswa harus melakukan refleksi online setelah membaca artikel beliau? Hal tersebut dimaksudkan agar Prof. Dr. Marsigit MA dapat melihat bangunan seperti apa yang dimiliki mahasiswa nya. Dengan melakukan refeleksi online berarti mahasiswa sedang membangun filsafat mereka. Semakin sering melakukan refleksi online, berarti semakin besar pula bangunan yang dimiliki mahasiswa.

Salah satu ciri / tanda mahasiswa sedang membangun ilmu mereka adalah dengan adanya pertanyaan, sebab ilmu itu diawali dengan bertanya. Jika tidak ada pertanyaan berarti tidak ada ilmu. Selama masih ada pertanyaan, berarti sedang terjadi proses membangun ilmu oleh mahasiswa. Beliau memfasilitasi proses bertanya ini melalui Tugas yang diberikan kepada Mahasiswa untuk membuat 5 pertanyaan pada setiap pembelajaran filsafat ilmu.

Terkait dengan bertanya sebagai ilmu, hal tersebut kadang kontradiksi dengan praktik yang terjadi di lapangan. Masyarakat kurang memahami bahwa sesungguhnya pertanyaan itu ada karena ada proses membangun ilmu di dalamnya, sehingga jika ada seseorang (khusunya seorang anak / murid ) yang bertanya, justru malah dianggap “bodoh” atau “tidak bisa memahami materi yang diberikan”. Pandangan- pandangan seperti inilah yang perlu diubah. Salah satu caranya adalah dengan mempelajari filsafat ilmu.

Thursday, 14 January 2016

Filsafat Matematika dan Pendidikan Matematika : Jawaban dari soal-soal ujian Filsafat Pendidikan Matematika



1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Ontologi Matematika, dan berilah contohnya.

Surajiyo (2008:158) mengungkapkan bahwa secara terminologi, ontologi berasal dari bahasa Yunani yaitu on atau ontos yang berarti “ada” dan logos yang berarti “ilmu”. Kemudian, ontologi juga bisa diartikan sebagai ilmu tentang hakekat yang ada sebagai yang ada (The theory of being qua being).

Lalu apa yang dimaksud ontologi matematika?
Menurut Marsigit (2015 : 95) ontology matematika berusaha memahami keseluruhan dan kenyataan matematika, yaitu segala matematika yang mengada.
Sementara itu, menurut Marsigit (2008:11) jika matematika dipandang secara ontologis yaitu:
“ Mencari pengertian menurut akar dan dasar terdalam dari kenyataan matematika. Pendekatan ontologis merupakan refleksi untuk menangkap kenyataan matematika sebagaimana kenyataan tersebut telah ditemukan. Kesadaran ontologis berusaha merefleksikan dan menginterpretasikan kenyataan matematika kemudian secara implisit menghadirkannya sebagai suatu pengetahuan yang berguna dalam pergaulan dengan orang lain serta secara eksplisit dapat dirumuskan dalam bentuk-bentuk formal untuk mendapatkan tematema yang bersesuaian. Kenyataan matematika secara implisit telah termuat bersamaan dengan mengadanya pelaku matematika. Kajian matematika secara ontologis tidak dapat dimulai dengan cara menentukan definisi-definisi atau teorema-teorema tentang kenyataan dasar matematika karena hal demikian akan mempersempit batas-batas pemikiran dan dengan demikian akan menutup jalan pemikiran yang lain. Jadi penjelasan ontologis tentang kenyataan matematika hanya dapat ditampakan sambil menjalankan ontologi matematika sebagai suatu cabang filsafat matematika”.

Contoh :
Dalam matematika dikenal sudut lancip, tetapi sesungguhnya dalam kehidupan nyata tidak ada sudut yang lancip, sebab jika benda yang walaupun nampak lancip tetapi sejatinya benda tersebut memiliki molekul yang tumpul.


2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Epistemologi Matematika, dan berilah contohnya.

Epistemologi adalah tahapan selanjutnya setelah ontologi. Menurut J.A Niels Mulder, epistemologi adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang watak, batas-batas dan berlakunya dari ilmu pengetahuan. Sedangkan menurut Abbas Hammami Mintarejo (dalam Surajiyo, 2008:25) epistemology adalah bagian filsafat atau cabang filsafat yang membicarakan tentang terjadinya pengetahuan dan mengadakan penilaian atau pembenaran dari pengetahuan yang telah terjadi itu.

Epistemologi matematika berusaha menjelaskan tentang pengetahuan dalam matematika. Yang menyebabkan matematika kemudian dipandang sebagai suatu ide yang ada di dalam pikiran kita.
Contoh :
Setelah mempelajari materi terkait bola di sekolah, anak akan tahu bahwa bola itu bulat. Jeruk berbentuk seperti bola karena jeruk itu bulat.

3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Aksiologi Matematika, dan berilah contohnya.

Aksiologi adalah istilah yang berasal dari kata Yunani yaitu; axios yang berarti “nilai”. Sedangkan logos yang berarti “ilmu”. Jadi aksiologi adalah ilmu tentang nilai atau teori tentang nilai.
Jadi Aksiologi Matematika adalah ilmu yang mempelajari tentang nilai-nilai matematika.
Contoh :

Matematika itu memiliki beberapa nilai-nilai, salah satunya adalah niai kebermanfaatan. Matematika sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari (penjumlahan, pengurangan, berhitung, dll)

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Ontologi Pendidikan Matematika, dan berilah contohnya.

Seperti penjelasan di atas, secara terminologi, ontologi berasal dari bahasa Yunani yaitu on atau ontos yang berarti “ada” dan logos yang berarti “ilmu”. Kemudian, ontologi juga bisa diartikan sebagai ilmu tentang hakekat yang ada sebagai yang ada (The theory of being qua being).
Seperti yang telah diuraikan pada jawaban no 1, maka ontologi pendidikan matematika berusaha memahami keseluruhan dan kenyataan pendidikan matematika itu sendiri.

Contoh :
Dalam dunia pendidikan, khususnya Indonesia, selalu ada saja kata-kata “idealnya”. Idealnya pendidikan di Indonesia harus A,B,C,..Z. tetapi jika dipahami secara keseluruhan dan kenyataannya, sampai saat ini pendidikan matematika di Indonesia tidak ada atau belum ada yang ideal. Realitanya berbeda dengan idealita.

5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Epistemologi Pendidikan Matematika, dan berilah contohnya.
Seperti yang telah diuraikan pada jawaban no 2 terkait pengertian Epistemologi, maka Epistemologi Pendidikan Matematika berusaha menjelaskan tentang pengetahuan dalam pendidikan matematika. Atau dengan kata lain Epistemologi Pendidikan Matematika berusaha untuk menjelaskan hakikat pendidikan matematika itu sendiri.

Contoh :
Epsitemologi dari pendidikan matematika adalah pembelajaran.

6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Aksiologi Pendidikan Matematika, dan berilah contohnya.
Aksiologi adalah istilah yang berasal dari kata Yunani yaitu; axios yang berarti “nilai”. Sedangkan logos yang berarti “ilmu”. Jadi aksiologi adalah ilmu tentang nilai atau teori tentang nilai.
Jadi Aksiologi Pendidikan Matematika adalah ilmu yang mempelajari tentang nilai-nilai pendidikan matematika.

Contoh :
Jika Aksiologi matematika adalah kebermanfaatannya, maka Aksiologi pendidikan matematika (nilai-nilai pendidikan matematika) adalah norma. Pendidikan Matematika lebih memperhatikan nilai-nilai atau norma yang dimiliki siswa, seperti kejujuran, disiplin, dll.

7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Hermenitika Matematika, dan berilah contohnya.

Marsigit (2015:180) mengungkapkan hermenitika merupakan teori menafsir yang dilandasi keyakinan bahwa adanya dunia tidak bergantung pada subjek diri. Sedangkan secara terminologi “hermeneutika” berasal dari istilah Yunani, dari kata kerja hermeneuein yang berarti “menafsirkan”, dan kata benda hermeneia yang berarti “interpretasi”.
Dari uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa hermenitika dapat dipahami sebagai istilah untuk menggambarkan proses menterjemahkan dan diterjemahkan.
Jadi hermenetika matematika merupakan proses menterjemahkan dan diterjemahkannya matematika,
Contoh :
Para ilmuwan matematika menterjemahkan matematika ke dalam simbol-simbol yang saat ini kita kenal dan kita pelajari. Dengan kata lain matematika diterjemahkan ke dalam bentuk simbol-simbol agar lebih mudah dipahami, sebab simbol merupakan bahasa universal.

8. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Hermenitika Pendidikan Matematika, dan berilah contohnya.
Seperti yang telah diuraikan sebelumnya pada jawaban no 7, bahwa hermenitika menggambarkan proses menterjemahkan dan diterjemahkan. Maka dapat kita simpulkan bahwa hermenetika pendidikan matematika merupakan proses menterjemahkan dan diterjemahkannya pendidikan matematika.

Contoh :
Hermenitika pendidikan matematika adalah fenomena gunung es. Fenomena gunung es menterjemahkan realitasnya pendidikan matematika. Realitas pendidikan matematika diterjemahkan dengan pendekatan fenomena gunung es.

9. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Phenomenologi Matematika, dan berilah contohnya.

Littlejohn (2003 : 184) menyatakan bahwa fenomenologi adalah studi tentang pengetahuan yang berasal dari kesadaran atau cara memahami suatu objek atau peristiwa dengan mengalaminya secara sadar.
Dari uraian diatas, fenomenologi matematika membahas tentang matematika sebagai pengetahuan yang berasal dari kesadaran / aktivitas yang disadari dan juga tentang pengalaman sewaktu melakukan matematika.

Contoh :

Pada awalnya untuk menghitung akar kuadrat, kita akan mencoba mengkuadratkan satu persatu dari bilangan. Misal untuk menghitung akar 81 kita akan mengkuadratkan 1,2,3 dst sampai menemukan bahwa 9x9=81, maka akar 81 adalah 9. Tetapi setelah memiliki pengalaman sewaktu melakukan matematika secara sadar kita akan mendapat pengetahuan baru tentang akar kuadrat. Misal untuk menghitung akar 144 kita tidak akan lagi mencoba satu persatu melainkan kita sudah tahu bahwa ketika satuannya 4, maka yang memungkinkan adalah bilangan dengan satuan 2 atau 8, dan kita akan mencoba mengkuadratkan bilangan 2,8,12 sampai menemukan jawaban. Berulang seperti itu. Sampai pada akhitnya setelah kita memiliki pengalaman ber-matematika maka kita tidak perlu lagi mencoba-coba.

10. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Phenomenologi Pendidikan Matematika, dan berilah contohnya.
Seperti yang telah diuraikan pada jawaban no 9, Littlejohn (2003 : 184) menyatakan bahwa fenomenologi adalah studi tentang pengetahuan yang berasal dari kesadaran atau cara memahami suatu objek atau peristiwa dengan mengalaminya secara sadar.
Dari uraian diatas, fenomenologi pendidikan matematika membahas tentang pendidikan matematika sebagai pengetahuan yang berasal dari kesadaran / aktivitas yang disadari dan juga tentang pengalaman sewaktu melakukan pendidikan matematika.

Contoh :
Ketika siswa melakukan proses pendidikan matematika, mereka akan melakukan aktivitas untuk “menemukan jawaban”. Semakin sering siswa melalui proses pendidikan matematika, maka siswa semakin mendapatkan pengetahuan yang berasal dari pengalaman sewaktu melakukan pendidikan matematika. Pengetahuan tersebut adalah kemampuan siswa untuk mengkonstruk pemikirannya sendiri. Semakin siswa memiliki pengalaman dengan pendidikan matematika, maka semakin meningkat pula kemampuan siswa untuk mengkosntruk pemikiran/pengetahuannya.

Daftar Pustaka

Littlejohn, Stephen W. 2003. Theories of Human Communication. 7th edition. Belmont, USA : Thomson Learning Academic Resource Center.

Marsigit. 2008. Makalah seminar: Gerakan Reformasi Untuk Menggali dan Mengembangkan Nilai-Nilai Matematika Untuk Menggapai Kembali Nilai-Nilai Luhur Bangsa Menuju Standar Internasional Pendidikan. Yogyakarta: UNY. [Online]. Tersedia : www.staff.uny.ac.id diakses tanggal 13 Januari 2016

Marsigit. 2015. Filsafat Matematika dan Praksis Pendidikan Matemattika. Yogyakarta : UNY Press.

Surajiyo. 2008. Ilmu Filsafat Suatu Pengantar. Jakarta : Bumi Aksara.

Monday, 14 December 2015

Elegi Pemberontakan Tes Jawab SIngkat




Elegi Pemberontakan Tes Jawab Singkat
Oleh : Prof, Dr, Marsigit, M.A
Transkrip Oleh: iLania Eka Andari / 12313244001


Cantraka
“Wahai Begawat, perkenankanlah kalau boleh aku ingin mengungkapkan sesuatu padamu.”
Begawat
“ Boleh, silahkan saja.”
Cantraka
“ Sungguh, engkau tidak mengerti penderitaanku. Lengkaplah sudah penderitaanku ketika minggu yang lalu engkau telah bersikap yang menurut saya semena-mena, tidak adil, bahkan kejam kepada diriku.”
Begawat
“ Mengapa engkau bisa berkata demikian?”
Cantraka
“ Bukankah kau masih ingat ketika kau sudah tidak membutuhkanku lagi? Maka engkau anggap aku sebagai sampah yang tidak berguna. Engkau campakkan, engkau tendang, seakan-akan aku tidak memiliki harga diri sama sekali”
Begawat
“ Oh iya, memang kejadian saat itu saya seperti itu keadaannya karena engkau telah berubah menjadi mitos. Itu berbahaya, maka sebenar-benarnya orang yang mencari ilmu musuhnya adalah mitos “
Cantraka
 “ apakah yang engkau maksud sebagai mitos?”
Begawat
“ Mitos itu adalah segala sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan tanpa mampu memikirkannya kembali. Ketahuilah pada tes jawab singkat, saya bersikap seperti itu bukan semata-mata karena diriku tapi juga dirimu, diri para Cantraka semua. Karena para cantraka cenderung untuk memitoskan diri.”
Cantraka
“ Namun, apakah engkau menyadari tentang kelebihan-kelebihan tentang potensi-potensiku? Sebelum engkau bersikap seperti itu?”
Begawat
“ Ya, saya tau bahwa tes jawab singkat itu punya banyak manfaat dan punya banyak sekali kegunaan.”
Cantraka
“ Lalu apa gunanya tes jawab singkat itu?”
Begawat
“ Manfaatnya antara lain adalah untuk mengadakan dari yang mungkin ada. Selain itu, saya juga ingin mengetahui seberapa jauh pengetahuan dan penguasaan para cantraka. Baiklah kalau begitu, lalu apa maunya anda?”
Cantraka
“Saya minta agar begawat itu bersikap adil dan inikan bertentangan dengan sikap Begawat sendiri selama ini yang ingin bersikap adil, bijaksana dan seimbang. Tapi kenyataannya seolah terjadi anarkis.”
Begawat
“ Oh, saya kira tidak. Jika anda merasa demikian, maka silahkan saja anda bertanya kepada orang lain.”
Cantraka
“ Baiklah, saya ingin bertanya kepada Orang Tua Berambut Putih. Wahai Orang Tua Berambut Putih, saya merasa didzholimi oleh Begawat. Oleh karena itu saya ingin minta pendapat kepadamu apa yang seharusnya Begawat dan saya lakukan?”
Orang Tua Berambut Putih
“ Wahai, Begawat saya telah melihat bahwa engkau telah melakukan sesuatu yang kurang bijaksana diakhir-akhir ini. Karena telah berbuat dzhalim dan berbuat parsial dan juga berbuat sebagian, tidak mencerminkan keseluruhan. Akibatnya, hal ini akan menjadikan dunia mengalami disharmoni. Untuk itulah jagalah keseimbangan antara tesis dan anti tesis, antara dua kutub yang ada di dunia ini. Juga antara normatif dan formalnya. Tes jawab singkat itu adalah formalnya, sedangkan sebenar-benarnya penjelasanmu itu adalah normatifnya.”
Begawat
“ Kemudian bagaimana sebaiknya, wahai Orang Tua Berambut Putih?”
Orang Tua Berambut Putih
“Saran saya, Wahai Begawat, berilah kesempatan kalau memang masih diperlukan. Berilah kesempatan kepada Tes Jawab Singkat kalau dia ingin menunjukkan potensinya kembali. Tanyakan saja apa yang dia inginkan.”
Begawat
“ Wahai Tes Jawab Singkat, apakah yang sebenarnya kau inginkan dari saya? Saya melihat para Cantraka itu masih memerlukan diriku.”
Tes Jawab Singkat
“ Wahai, Begawat singkatnya seperti apa? “
Begawat
“ Ya, Tes Jawab Singkat, setelah saya teliti masih banyak hal dari pengetahuan-pengetahuan filsafat, unsur-unsurnya yang perlu diadakan untuk diadakan jadi pengada. Lalu saya mohon izin agar minggu depan diadakan tes jawab singkat kembali.”
Tes Jawab Singkat
“Oh, begitu, Wahai Orang Tua Berambut Putih, ternyata permintaannya sederhana.”
Begawat
“Ya, sederhana memang, tapi itulah hidupku”
Tes Jawab Singkat
“ Baiklah akan aku kabulkan.”
Orang Tua Berambut Putih
“ Wahai, para cantraka inilah permintaan Begawat, minggu depan akan diadakan tes jawab singkat lagi.”


Tuesday, 24 November 2015

Fenomena Comte berdasarkan Pengalaman Hidupku


Sebelum mengikuti kuliah filsafat pendidikan matematika pada tanggal 17 November 2015 kemarin, saya seringkali mendengar dan membaca kata fenomena comte, Auguste Comte, tetapi hal tersebut menjadi sesuatu yang sekedar lalu dalam benak saya. saya tidak mencoba untuk mencari tahu atau membaca literatur lain agar lebih memahami tentang fenomena comte dan aguste comte tersebut.

Tetapi kemudian pada perkuliahan kemarin Prof.Dr.Marsigit,MA menjelaskan tentang bendungan komte dan fenomena komte yang terjadi dalam kehidupan ini, saat itu saya kemudian tersadar bahwa banyak fenomena komte yang telah terjadi dalam kehidupan saya dan saya baru menyadari sekarang. Sejak mendengar penjelasan daria beliau, bapak Marsigit, saya kemudian mulai membaca beberapa literatur terkait fenomena komte, diantaranya adalah postingan di blog powermathematics.blogspot.com yang berjudul Peradaban Dunia dan Elegi Bendungan Komte dan Sungai Positive. Setelah membaca postingan-postingan tersebut saya semakin menyadari bahwa banyak fenomena komte dalam hidupku.

Berikut beberapa fenomena komte berdasarkan pengalaman hidupku :
  1. HP. Sudah banyak yang menyebutkan bahwa adanya HP merupakan salah satu fenomena komte. dalam hidup saya HP memang meberikan banyak manfaat seperti mempermudah komunikasi, mempermudah dalam mencari informasi tertentu, dsb. tetapi HP juga memberikan beberapa dampak dalam kehidupan saya contoh saya menjadi lebih sering membaca timeline di media sosial (yang sesungguhnya lebih banyak berisi curhatan daripada informasi penting) daripada membaca buku, setiap bangun tidur saya lebih mendahulukan membaca pemberitahuan di HP terkait media sosial daripada membaca Al-Qur'an (Astaghfirullah ), saya menjadi sering asyik sendiri dengan dunia saya ketika saya sudah memegang HP di tangan, dsb
  2. Televisi. Tentu semua orang tahu manfaat dari televisi (TV) salah satunya menyajikan informasi dari berbagai penjuru negeri dan bahkan dari luar negeri, tetapi saya merasakan dengan adanya TV justru membuat keluarga saya jadi lebih jarang berkumpul untuk sekadar mengobrol bersama. Awalnya ketika di rumah dulu hanya ada 1 TV satu anggota keluarga berkumpul bersama menonton TV, tapi kemudian acara yang ditayangkan di TV semakin beragam sehingga membuat kami sering berbutan untuk menonton acara yang kami sukai, dan akhirnya dibelilah beberapa TV lagi untuk mengatasi hal tersebut, tetapi dampaknya sekarang setiap sore Bapak dan adik laki-laki saya akan menonton acara Bola di TV depan, Ibu menonton acara Sinetron di TV ruang keluarga, dan saya menonton acara Musik di TV kamar. hal tersebut membuat ada satu waktu keluarga yang tersita dengan adanya TV
Demikian dua contoh fenomena komte yang ada dalam kehidupan saya. saya merasa masih ada beberapa fenomena komte lain yang terjadi dalam kehidupanku seperti adanya WiFi, Motor, Laptop, dsb. tetapi saya masih mencoba untuk menganalisis lebih dalam terkait seberapa besar pengaruh hal-hal tersebut dalam kehidupan saya.